TIMETODAY.ID, BOGOR – Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, menyampaikan keprihatinannya terhadap rendahnya tingkat konsumsi ikan di Indonesia, yang dinilai masih jauh tertinggal dibanding negara-negara tetangga.
Ade Ruhandi menyampaikan bahwa pada tahun 2023, peningkatan konsumsi ikan nasional per kapita tergolong tipis, hanya sekitar 1,38 kilogram—dari sebelumnya 55,16 menjadi 56,48 kilogram.
Ia juga membandingkannya dengan negara lain, seperti Singapura dan Malaysia, yang masing-masing mencatat konsumsi ikan sekitar 90 dan 80 kilogram per kapita.
Pria yang akrab disapa Jaro Ade itu, menyebut rendahnya konsumsi ikan mencerminkan masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi, khususnya protein hewani dari ikan.
“Sumber daya ikan nasional melimpah, tapi fakta sosial justru menyebut tingkat konsumsi ikan di masyarakat masih rendah,” tuturnya saat menghadiri kegiatan penaburan benih ikan sebanyak 543.000 ekor di Situ Plaza Cibinong, Kamis (12/6/2026).
Baginya, ikan merupakan sumber protein yang sangat baik dan berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak serta mencegah stunting.
“Padahal ikan salah satu sumber protein yang bagus untuk pertumbuhan anak, bisa mencegah stunting, termasuk bisa direkomendasikan untuk program Menu Bergizi Seimbang (MBG),” tegasnya.
Meski demikian, tren produksi ikan di Kabupaten Bogor menunjukkan perkembangan positif. Selama periode 2020 hingga 2024, produksi ikan konsumsi meningkat dari 118 ribu ton menjadi 145 ribu ton.
“Kita berharap upaya yang kita lakukan hari ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Bogor serta menjadi bagian dari pembangunan yang lebih maju, aman, adil, dan makmur,” tukasnya
Editor :B. Supriyadi





































