
TIMETODAY.ID — Sebuah ajang prestisius berskala internasional tengah digelar di Osaka, Jepang. World Expo 2025, yang telah menarik hampir enam juta pengunjung sejak dibuka pada April lalu, semula diharapkan menjadi perayaan inovasi dan keragaman global. Namun, di balik kemegahan paviliun dan pertunjukan canggih, muncul ancaman tak kasatmata: bakteri legionella.
Pihak penyelenggara pada Kamis (5/6) mengumumkan penghentian sementara area bermain air dangkal dan pertunjukan air mancur yang menjadi daya tarik pengunjung. Keputusan ini diambil setelah ditemukannya bakteri berbahaya dalam jumlah tinggi, yang dapat memicu gangguan pernapasan serius jika terhirup melalui percikan air.
“Kami sedang melakukan pembersihan intensif di area terdampak,” ujar perwakilan panitia. “Keselamatan pengunjung, termasuk anak-anak yang sering bermain di sana, adalah prioritas kami.”
Dari Gas Metana hingga Kawanan Serangga
Insiden ini bukan yang pertama menimpa Expo yang digelar di sebuah pulau reklamasi di Teluk Osaka—bekas lokasi pembuangan sampah yang kini disulap menjadi pusat perhelatan dunia. Beberapa hari sebelum pembukaan, gas metana dengan konsentrasi tinggi sempat terdeteksi, memunculkan kekhawatiran akan risiko kebakaran.
Belum usai persoalan gas, pengunjung kini juga dihadapkan pada serbuan kawanan serangga terbang kecil, termasuk nyamuk. Untuk meredam gangguan tersebut, penyelenggara Expo telah menyemprotkan insektisida di area-area strategis.
“Tiba-tiba nyamuk muncul dalam jumlah banyak, mengganggu kenyamanan pengunjung,” ujar salah satu pengunjung yang datang bersama anaknya.
Di Balik Antusiasme yang Terus Meningkat
Meskipun jajak pendapat sebelum pembukaan Expo menunjukkan antusiasme publik Jepang yang cenderung datar, kenyataannya jumlah pengunjung terus meningkat, terutama dalam beberapa minggu terakhir. Lebih dari 160 negara dan organisasi turut ambil bagian dalam Expo 2025 ini, menyajikan inovasi teknologi, budaya, hingga solusi berkelanjutan.
Namun, insiden lingkungan seperti ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kesiapan lokasi dan mitigasi risiko dari panitia.
Sejarah Panjang Expo Dunia
World Expo atau Pameran Dunia memiliki sejarah panjang sejak penyelenggaraan pertamanya di London pada 1851, ketika Crystal Palace menjadi simbol kemajuan zaman industri. Kini, ajang ini digelar setiap lima tahun dan menjadi panggung bagi negara-negara untuk menunjukkan kekuatan inovasi dan diplomasi budaya mereka.
Meski didera gangguan, harapan tetap mengalir agar Expo 2025 Osaka bisa terus berjalan lancar dan menghadirkan pengalaman berharga bagi pengunjung dari seluruh dunia.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































