TIMETODAY.ID — Kolesterol sering kali dianggap sebagai “musuh tubuh” yang harus dihindari. Padahal, zat lemak ini sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membangun sel dan memproduksi hormon. Yang jadi masalah adalah ketika kadarnya berlebihan—itulah saat kolesterol berubah dari kawan menjadi lawan.
Menurut dr. Dicky L. Tahapari, Sp.PD-KEMD, PhD, spesialis penyakit dalam konsultan endokrin dari RSCM, satu dari tiga penduduk dewasa di Indonesia mengalami kolesterol tinggi. Fakta ini patut jadi alarm keras, mengingat kolesterol tinggi tidak menunjukkan gejala namun bisa membawa bencana besar seperti serangan jantung dan stroke.
Kenali Tiga Jenis Kolesterol dalam Tubuh
Tak semua kolesterol itu jahat. Tubuh kita mengenal tiga jenis kolesterol:
-
LDL (Low-Density Lipoprotein)
Inilah si “kolesterol jahat” yang bisa menumpuk di dinding pembuluh darah dan menyumbat aliran darah.
-
HDL (High-Density Lipoprotein)
Disebut juga kolesterol baik karena membantu membawa kolesterol jahat kembali ke hati untuk dibuang.
-
Trigliserida
Jenis lemak lain dalam darah yang juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung jika kadarnya tinggi.
Siapa yang Rentan Terkena Kolesterol Tinggi?
Ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami kolesterol tinggi:
-
Keturunan atau faktor genetik
-
Gaya hidup tidak sehat: pola makan tinggi lemak jenuh, kurang olahraga, merokok
-
Stres berkepanjangan
-
Usia di atas 40 tahun, karena kemampuan hati membuang kolesterol jahat mulai menurun
“Kadang orang baru sadar kadar kolesterolnya tinggi saat sudah terkena komplikasi seperti serangan jantung,” kata dr. Dicky. Karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan darah secara rutin—jangan tunggu sampai ada gejala.
Pemeriksaan Genetik: Deteksi Dini yang Lebih Spesifik
Untuk kasus kolesterol tinggi yang disebabkan faktor keturunan, dikenal istilah hiperkolesterolemia familial (FH). Penyakit ini bisa menyerang sejak usia muda dan memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
Untungnya, sekarang sudah tersedia tes panel genetik yang dapat mendeteksi risiko ini lebih awal. Pemeriksaan ini dapat ditemukan di rumah sakit besar seperti RSCM, dan memberikan informasi lebih personal untuk penyesuaian gaya hidup atau terapi medis yang tepat.
Langkah-Langkah Menjaga Kolesterol Tetap Normal
-
Periksa kolesterol minimal sekali setahun, terutama setelah usia 30 tahun
-
Kurangi makanan berlemak jenuh dan gorengan
-
Perbanyak sayur, buah, dan serat
-
Rutin berolahraga minimal 30 menit per hari
-
Berhenti merokok dan kelola stres dengan baik
-
Bila perlu, konsultasikan penggunaan obat penurun kolesterol dengan dokter
Kesimpulannya?
Kolesterol itu bukan untuk ditakuti, tapi untuk dikendalikan. Mengenal tubuh sendiri, rajin cek kesehatan, dan memilih gaya hidup yang seimbang bisa jadi senjata utama untuk menangkal “musuh dalam selimut” ini.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































