TIMETODAY.ID — Pagi masih gelap ketika suara gaduh membangunkan warga sekitar Masjid Agung Kota Bogor, Sabtu (31/5). Sekitar pukul 04.45 WIB, sebuah pos keamanan di area masjid dirusak oleh seseorang yang belakangan diketahui dalam kondisi mabuk. Tak hanya merusak fasilitas, pelaku juga sempat terlibat keributan dengan petugas penjaga alun-alun.
Peristiwa itu memicu keprihatinan. Masjid Agung, salah satu ikon religi Kota Bogor yang baru selesai direvitalisasi, seakan tercoreng oleh aksi brutal tak beralasan.
Polisi bergerak cepat. Tim gabungan dari Resmob Polresta Bogor Kota dan Satreskrim Polsek Bogor Tengah melakukan penyelidikan intensif. Setelah beberapa hari mengumpulkan petunjuk dan keterangan saksi, polisi akhirnya menangkap pelaku.
“Alhamdulillah, tim gabungan berhasil mengamankan satu orang yang diduga sebagai pelaku pengerusakan dan penganiayaan di sekitar Masjid Agung,” ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Eko Prasetyo, kepada wartawan, Rabu (4/6).
Pelaku diketahui berinisial CY, usia 26 tahun. Ia diringkus di Jalan RE Martadinata, kawasan Bogor Tengah, pada Selasa (3/6) sekitar pukul 23.00 WIB. Bersamanya, diamankan pula sepeda motor tanpa pelat nomor yang diduga digunakan saat kejadian.
Pelaku Mabuk dan Berbuat Onar
Sebelum merusak pos, CY dilaporkan sempat membuat keributan dengan petugas park ranger. Ia dalam kondisi tidak sadar akibat pengaruh alkohol. Dari keterangan awal, aksi perusakan dilakukan secara spontan akibat emosi yang tak terkendali.
Saat ini, CY tengah diperiksa intensif oleh penyidik Reskrim Polresta Bogor Kota. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya motif lain atau keterlibatan pihak lain dalam insiden ini.
“Kita sudah identifikasi pelakunya siapa, tinggal tunggu waktu saja (untuk penangkapan),” kata Kasat Reskrim AKP Aji Riznaldi Nugroho sehari sebelum penangkapan dilakukan.
Pesan Penting di Balik Kasus Ini
Kasus ini bukan sekadar soal perusakan fasilitas umum. Ia mencerminkan problem sosial yang lebih dalam: maraknya perilaku merusak akibat pengaruh alkohol dan lemahnya kesadaran publik akan pentingnya menjaga ruang bersama, terutama ruang ibadah.
Bagi masyarakat Bogor, Masjid Agung bukan hanya tempat salat. Ia simbol kebersamaan, tempat belajar, dan titik temu warga dari berbagai latar belakang. Maka, penyerangan terhadap fasilitas masjid menjadi pukulan emosional bagi banyak orang.
Penutup
Kini, setelah pelaku diamankan, masyarakat bisa sedikit bernapas lega. Tapi harapan terbesar bukan hanya agar pelaku dihukum, melainkan agar kejadian serupa tak terulang. Karena keamanan dan ketenangan rumah ibadah adalah hak semua warga, dan menjaganya adalah tanggung jawab kita bersama.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































