Tanpa Obat, Tanpa Ribet: 9 Cara Ampuh Kendalikan Asam Lambung ala Pakar Harvard

asam lambung
ilustrasi GERD (istock)
TIMETODAY.ID — Setiap kali makan malam berakhir dengan rasa panas di dada atau batuk yang tak kunjung reda, bisa jadi itu bukan sekadar masuk angin. Di balik rasa tak nyaman itu, ada kemungkinan besar asam lambung sedang naik ke kerongkongan—sebuah kondisi medis yang dikenal dengan istilah refluks asam.
Menurut Dr. Jacqueline Wolf, ahli gastroenterologi dan profesor kedokteran dari Harvard Medical School, kondisi ini sebenarnya sangat umum. “Asam lambung sering kali memburuk saat malam hari, terutama saat kita berbaring. Jika terjadi lebih dari dua kali seminggu, bisa jadi itu pertanda GERD,” jelasnya. GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah bentuk kronis dari refluks asam yang perlu penanganan lebih serius.
Namun menariknya, sebelum buru-buru mengandalkan obat-obatan, Dr. Wolf menyarankan sembilan langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Perubahan kecil dalam rutinitas harian ternyata punya dampak besar untuk mengendalikan gejalanya.
1. Ubah Posisi Tidur
Tidur miring dengan posisi kepala lebih tinggi 6–8 inci dari kaki bisa membantu gravitasi mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Bukan dengan menumpuk bantal, tapi dengan mengganjal bagian atas ranjang.
2. Jauhi Minuman Bersoda
Meski menyegarkan, minuman bersoda membuat tubuh lebih sering bersendawa, dan itu justru bisa memicu asam lambung naik.
3. Jangan Langsung Tidur Setelah Makan
Dr. Wolf menyarankan untuk memberi jeda minimal tiga jam antara waktu makan dan tidur. Baik tidur malam maupun tidur siang.
4. Hindari Aktivitas Berat Setelah Makan
Setelah makan, hindari olahraga berat atau gerakan membungkuk. Jalan santai masih diperbolehkan, tapi aktivitas berlebihan bisa mendorong asam naik ke kerongkongan.
5. Makan dengan Porsi Kecil dan Pelan-pelan
Perut yang terlalu penuh bisa memperburuk refluks. Cobalah makan dalam porsi kecil namun sering.
6. Hindari Pemicu Makanan
Beberapa makanan terkenal sebagai pemicu refluks: mint, makanan berlemak, pedas, tomat, bawang, cokelat, kopi, teh, dan alkohol. Mengenali dan menghindarinya bisa jadi kunci pengendalian.
7. Jaga Berat Badan
Kelebihan berat badan dapat menekan sfingter esofagus bagian bawah—katup yang mencegah isi lambung naik ke atas. Penurunan berat badan bisa sangat membantu meredakan gejala.
8. Berhenti Merokok
Nikotin melemahkan otot di kerongkongan bagian bawah, memperburuk refluks. Menghentikan kebiasaan ini bisa menjadi langkah penting untuk penyembuhan.
9. Evaluasi Obat yang Dikonsumsi
Beberapa obat bisa memperburuk kondisi. Estrogen pascamenopause, antidepresan trisiklik, dan obat antiinflamasi bisa melemahkan sfingter. Sementara obat untuk osteoporosis seperti Fosamax atau Boniva bisa mengiritasi kerongkongan.
Asam lambung mungkin terasa seperti masalah kecil, tapi dampaknya pada kualitas hidup bisa besar. Dengan kebiasaan sederhana yang direkomendasikan Dr. Wolf ini, banyak pasien berhasil mengelola gejalanya tanpa perlu ketergantungan pada obat.
Kadang, solusi terbaik tidak datang dari resep dokter, melainkan dari cara kita memperlakukan tubuh kita sendiri setiap hari.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Alami Sinkop Vasovagal, Chaeyoung TWICE Hentikan Sementara Aktivitas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel