Waspada! Main Gadget Terlalu Lama Bisa Kalahkan Efek Positif Membaca

Membaca
Waspada! Main Gadget Terlalu Lama Bisa Kalahkan Efek Positif Membaca (istock)
TIMETODAY.ID — Banyak orang tua tentu ingin anak-anak mereka tumbuh cerdas dan berprestasi. Untuk mencapai itu, berbagai cara dilakukan, mulai dari menyediakan pendidikan terbaik hingga mendaftarkan anak ke berbagai kursus tambahan.
Namun, sejumlah studi menunjukkan bahwa kecerdasan anak juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang dibangun di rumah, terutama dalam hal membaca buku dan mengikuti aktivitas olahraga secara rutin.
Kegiatan membaca diyakini membuka jalan bagi anak untuk memperoleh pengetahuan sekaligus mengasah berbagai keterampilan penting.
“Membaca juga memperkuat banyak keterampilan perkembangan, akademik, sosioemosional, dan kognitif,” ujar Molly Ness, PhD, pakar literasi sekaligus profesor di Sekolah Pascasarjana Pendidikan Universitas Fordham, New York City, seperti dikutip dari CNBCIndonesia.com.
Sebuah studi peer-review yang dilakukan oleh para ahli saraf dari Universitas Eastern Finlandia meneliti sebanyak 504 anak usia 6 hingga 9 tahun selama dua tahun.
Hasilnya, anak-anak yang gemar membaca dan aktif berolahraga dalam kelompok menunjukkan kemampuan berpikir yang lebih baik dibandingkan mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan aktivitas pasif, seperti bermain komputer tanpa pengawasan atau bermain bebas yang tidak terstruktur.
Studi ini juga menyimpulkan bahwa kombinasi antara pola makan sehat, kebiasaan membaca, dan olahraga berpengaruh signifikan terhadap perkembangan otak anak.
“Peningkatan kualitas pola makan dan peningkatan olahraga serta membaca dikaitkan dengan peningkatan kemampuan kognitif,” tulis tim peneliti.
Salah satu temuan utama dari studi ini adalah pentingnya aktivitas fisik yang terstruktur. Aktivitas seperti olahraga terbukti dapat meningkatkan fungsi otak, termasuk memori dan kemampuan belajar—temuan ini juga memperkuat hasil dari riset sebelumnya.
Menurut National Institutes of Health, anak-anak yang rutin berolahraga umumnya memiliki kepercayaan diri lebih tinggi serta tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah dibandingkan teman sebayanya. Khususnya olahraga tim, disebutkan mampu memperbaiki kesehatan mental anak karena menggabungkan gerak fisik dengan interaksi sosial.
Sementara itu, membaca juga berkontribusi pada kesehatan mental dan kreativitas. Penelitian dari Universitas Cambridge pada awal 2023 mengungkap bahwa anak yang menjadikan membaca sebagai hobi cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik serta menunjukkan kreativitas dan kemampuan berpikir yang lebih tinggi.
Penelitian lain dari Cincinnati Children’s Hospital menambahkan bahwa anak-anak yang lebih sering membaca mencetak skor kognitif lebih tinggi daripada mereka yang lebih banyak menggunakan waktu untuk bermain ponsel atau komputer. Meski begitu, bermain video game tidak selalu berdampak negatif.
Menurut American Psychological Association, game digital tetap bisa memberikan manfaat dalam pengembangan daya ingat, kesadaran spasial, bahkan keterampilan sosial—terutama bila dimainkan secara berkelompok.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Mahasiswa Universitas Djuanda Soroti Peran Ibu Sebagai Madrasatul Ulaa dalam Seminar KKN-T

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel