TIMETODAY.ID, BOGOR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mencatat sebanyak 599 siswa di Kota Bogor mengalami putus sekolah sepanjang tahun 2024. Data tersebut dihimpun dari laporan enam kecamatan yang tersebar di wilayah Kota Bogor.
Sekretaris Disdik Kota Bogor, Hendres Dwi Nugroho, membenarkan jumlah tersebut. Ia menyampaikan, terdapat empat kategori siswa yang tergolong putus sekolah.
“Kategori pertama adalah mereka yang belum pernah sama sekali mengenyam pendidikan. Kedua, putus saat tingkat SD, ketiga lulus SD tapi tidak lanjut ke SMP, dan terakhir siswa SMP yang tidak lanjut ke SMA. Total keseluruhan ada 599 orang,” ujar Hendres, Kamis (22/5/2025).
Menurut Hendres, angka tersebut merupakan jumlah siswa yang tidak berhasil dikembalikan ke jalur pendidikan formal. Namun, sebagian dari mereka telah melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Ia mengakui, mengajak anak-anak yang sudah putus sekolah untuk kembali belajar bukanlah hal yang mudah.
“Karena banyak yang sudah terbiasa tidak sekolah, mereka jadi sulit diajak kembali. Selain itu, ada juga yang sudah bekerja,” jelasnya.
Memasuki tahun 2025, Disdik Kota Bogor kembali mencatat adanya tambahan 65 siswa yang mengalami putus sekolah sejak Januari hingga Mei. Data tersebut belum mencakup seluruh wilayah karena pendataan masih berlangsung.
“Januari kemarin datanya kami mulai dari nol, dan sekarang sudah ada 65 orang. Ini baru sebagian karena beberapa kecamatan belum mengisi laporan,” tambah Hendres.
Ia juga menjelaskan bahwa jumlah 2.000 siswa putus sekolah yang sebelumnya pernah disebut merupakan akumulasi dari tahun 2022 hingga 2024. Sementara untuk tahun 2025, angka tersebut masih dalam proses pengumpulan.
Sebagai langkah intervensi, Disdik Kota Bogor mengandalkan program Jaringan Anti Putus Sekolah (Japati) yang melibatkan kader posyandu di setiap kelurahan. Program ini bertugas mengarahkan anak-anak putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan di PKBM.
“Tim itu akan kami beri tugas untuk mengarahkan siswa tersebut ke lembaga PKBM, karena kebanyakan dari mereka sudah lewat usia sekolah. Belajar di PKBM juga lebih fleksibel,” pungkas Hendres.
Rincian Data Siswa Putus Sekolah di Kota Bogor
Tahun 2024:
-
Bogor Barat: 95 siswa
-
Bogor Selatan: 30 siswa
-
Bogor Tengah: 118 siswa
-
Bogor Timur: 7 siswa
-
Bogor Utara: 25 siswa
-
Tanah Sareal: 324 siswa
Total: 599 siswa
Tahun 2025 (Januari–Mei):
-
Bogor Selatan: 55 siswa
-
Bogor Tengah: 9 siswa
-
Bogor Timur: 1 siswa
Total: 65 siswa
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































