Gunung Lewotobi Laki-laki Naik ke Level Awas, Warga Diminta Waspada

Gunung Lewotobi Laki-laki
Visual Gunung Lewotobi Laki-laki per 6 jam dari pukul 00.00-06.00 Wita, Senin (19/5/2025). (PVMBG)
TIMETODAY.ID — Minggu malam, 18 Mei 2025, menjadi momen yang tidak akan dilupakan warga di lereng Gunung Lewotobi Laki-laki, Flores Timur. Langit yang biasanya menyajikan panorama senja indah, berubah pekat oleh kolom abu setinggi enam kilometer yang menyembur dari puncak gunung api itu. Suasana pun mencekam. Hujan abu turun tanpa henti, memaksa warga bertahan di dalam rumah.
“Kami berlindung di dalam rumah karena hujan abu sudah satu jam lebih,” tutur Opung Wada, warga Desa Pululera, mengutip dari detikBali, Minggu sore.
Sebelum letusan terjadi, Opung mendengar gemuruh keras yang datang dari arah gunung. “Setelah itu meletus satu kali dan terdengar seperti guntur,” kenangnya. Awan pekat menyapu langit ke arah barat dan barat laut. Hari berubah gelap seperti malam sebelum waktunya.
Berdasarkan pantauan Badan Geologi, Gunung Lewotobi Laki-laki meletus sebanyak delapan kali hanya dalam kurun waktu sehari. Hingga pukul 14.05 WITA, kolom abu tercatat semakin tinggi dan tebal. Situasi ini menjadi alarm serius bagi para pemantau aktivitas vulkanik.
Pukul 20.00 WITA, Badan Geologi secara resmi menaikkan status gunung yang sebelumnya berada di level III (Siaga) menjadi level IV (Awas). Keputusan ini diambil usai tim melakukan analisis visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan signifikan pada aktivitas vulkanik.
“Oleh karena itu, tingkat aktivitas gunung api ini dinaikan dari level III Siaga ke level IV Awas pada pukul 20.00 Wita,” ungkap Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid dalam keterangan resminya, Minggu malam.
Wafid menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas disertai suara gemuruh dari ringan hingga kuat. Data menunjukkan adanya perubahan signifikan, terutama pada amplitudo tremor erupsi yang membesar.
“Adanya perubahan pada amplitudo tremor erupsi yang membesar sehingga potensi terjadinya erupsi yang lebih besar dari sebelumnya dapat terjadi,” imbuhnya.
Ia menegaskan, semburan material abu yang terus berlangsung melalui embusan, menjadi indikator bahwa aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki masih sangat labil.
Dengan status tertinggi yang kini disandang gunung tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap siaga dan mengikuti seluruh arahan dari otoritas setempat maupun lembaga pemantauan gunung api.
“Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer (km) dan sektoral barat-laut sejauh 7 km dari pusat erupsi serta tetap tenang mengikuti arahan pemerintah daerah,” tandas Wafid.
Kenaikan status ini membawa dampak besar, bukan hanya pada aktivitas warga sehari-hari, tapi juga pada kondisi psikologis masyarakat yang berada di zona rawan bencana. Di tengah kepekatan abu dan suara gemuruh dari gunung, mereka kini hidup dalam ketidakpastian: menunggu, berjaga, dan berdoa agar Lewotobi kembali tenang.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Sertifikat IG untuk Durian Merah Banyuwangi, Nilai Budaya dan Ekonomi Naik

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel