TIMETODAY.ID — Mark Pritchard, seorang anggota parlemen Inggris, mengungkapkan perubahan pandangannya secara terbuka saat sesi sidang di Parlemen, setelah sebelumnya menjadi pendukung kuat Israel.
Pritchard, yang telah berada di gedung parlemen selama lebih dari dua dekade, mengaku bahwa ia telah keliru dalam mendukung kebijakan Israel, terutama terkait dengan tindakan mereka terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
Pritchard mengungkapkan penyesalan dan kekecewaannya terhadap kebijakan Israel yang terus-menerus melakukan serangan dan membatasi akses bantuan kemanusiaan ke Palestina.
“Selama bertahun-tahun, saya telah mendukung Israel, namun hari ini saya mengaku salah,” ujarnya dengan tegas. Pernyataan ini datang setelah serangan-serangan brutal yang mengakibatkan banyak korban jiwa di Gaza, termasuk warga sipil yang tewas dalam jumlah besar.
Pritchard menyatakan bahwa, akibat tindakan tersebut, ia menarik dukungannya terhadap Israel dan mengutuk perlakuan terhadap warga Palestina. “Saya mengutuk apa yang telah dilakukan Israel di Gaza dan Tepi Barat,” tegasnya, menandai titik balik dalam sikap politiknya.
Perjalanan Politik Mark Pritchard
Mark Pritchard adalah seorang politisi senior yang pertama kali terpilih menjadi anggota dewan pada 1993, mewakili Partai Konservatif. Setelah sempat kehilangan kursinya pada 1994, Pritchard kembali meraih kemenangan dalam pemilu 2019, dengan peningkatan signifikan dalam perolehan suara.
Ia juga telah diangkat menjadi anggota Komite Intelijen dan Keamanan Parlemen, serta mendapat pengangkatan dari Ratu Elizabeth II sebagai anggota Dewan Penasihat pada 2021.
Namun, meski sering berada di jalur politik yang sejalan dengan kebijakan Inggris yang mendukung Israel, Pritchard kini menunjukkan sikap berbeda dengan menarik dukungan atas tindakan yang dilakukan oleh negara tersebut terhadap Palestina.
Konflik Inggris dan Israel
Inggris telah lama menjadi sekutu dekat Israel, dengan hubungan historis yang dimulai sejak Deklarasi Balfour pada tahun 1917, di mana Inggris mendukung pembentukan negara Israel. Deklarasi tersebut menjadi tonggak penting dalam hubungan Inggris-Israel dan terus mempengaruhi kebijakan luar negeri Inggris hingga saat ini.
Namun, Pritchard membuktikan bahwa meskipun Inggris memiliki hubungan sejarah dengan Israel, pandangan pribadi dan moral tetap dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya situasi.
Perubahan sikap Pritchard ini membuka ruang untuk perdebatan lebih lanjut tentang posisi Inggris dalam konflik Israel-Palestina dan apakah lebih banyak anggota parlemen akan mengikuti jejaknya dalam menarik dukungan terhadap kebijakan Israel yang kini banyak dikritik oleh masyarakat internasional.***
@trtworld “For many years, I have supported Israel pretty much at all costs, but today I want to say that I got it wrong.” Speaking in the House of Commons, Conservative MP Mark Pritchard admitted he was mistaken and condemned Israel for its war on Gaza and actions in the occupied West Bank
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































