Moranbong Band: “Girl Group” Ala Korea Utara yang Jadi Simbol Gaya dan Ideologi

girl group
(credit: instagram/moranbong_band)

TIMETODAY.ID — Kalau mendengar istilah girl group, bayangan kita langsung tertuju pada gemerlap panggung K-pop. Tapi jauh di utara Semenanjung Korea, ada satu grup musik perempuan yang tak kalah ikonik—meski dalam nuansa yang sangat berbeda. Namanya Moranbong Band, dan mereka bukan sekadar musisi, tapi juga simbol ideologi Korea Utara.

Dibentuk Langsung oleh Kim Jong Un

Moranbong Band tidak lahir dari audisi terbuka seperti BLACKPINK atau TWICE. Grup ini dibentuk langsung oleh Kim Jong Un pada tahun 2012 sebagai bagian dari upaya modernisasi budaya dan seni di Korea Utara.

Lebih dari sekadar hiburan, Moranbong menjadi strategi politis. Kim Jong Un disebut memilih langsung personel grup ini berdasarkan bakat, kesetiaan terhadap ideologi negara, dan latar belakang keluarga yang “bersih” secara politik. Beberapa di antaranya bahkan berasal dari kalangan militer.

Advertisement

Gaya Militer dengan Sentuhan Feminin

Penampilan Moranbong Band sangat berbeda dari girl group Korea Selatan. Mereka sering tampil dengan kostum ala militer—berkerah tinggi, warna hijau zaitun atau krem—namun tetap dipadukan dengan rok mini dan high heels. Hasilnya adalah gaya yang mencolok: tegas, nasionalistik, tapi tetap feminin.

Baca Juga :  Umrah Perdana Celine Evangelista: Perjalanan Iman yang Penuh Haru

Visual ini bukan tanpa makna. Gaya mereka mencerminkan semangat militer Korea Utara, namun dikemas dalam bentuk hiburan pop yang bisa dinikmati publik luas.

Lagu-Lagu Penuh Semangat Nasionalisme

Kalau girl group K-pop biasa menyanyikan lagu tentang cinta, semangat muda, atau kemandirian, maka repertoar Moranbong justru sarat akan pesan politik dan ideologis. Lagu-lagu seperti Glory to General Kim Jong Un, My Country is the Best, hingga Hymn of Advancing Socialism menjadi bukti bahwa musik mereka adalah alat propaganda yang dikemas dalam format pop.

Secara musik, Moranbong memadukan genre pop, rock klasik, hingga fusion. Gaya mereka disebut banyak terinspirasi dari musik era 70-an, tapi dibawakan dengan semangat teatrikal khas Korea Utara.

Bukan Hanya Vokal, Tapi Juga Musisi

Yang menarik, para anggota Moranbong tidak hanya menyanyi tapi juga memainkan alat musik secara langsung di atas panggung. Mulai dari biola, gitar listrik, drum, hingga keyboard—semuanya dikuasai. Ini memberikan kesan bahwa mereka tidak hanya tampil sebagai ikon, tapi juga sebagai musisi serius.

Baca Juga :  Konser Lay Zhang EXO Pecahkan Rekor Dunia, Gunakan LED Scroll 110 Meter

Antara Hiburan dan Alat Propaganda

Kehadiran Moranbong Band menjadi contoh menarik dari bagaimana seni dipadukan dengan fungsi politik. Grup ini bukan sekadar sarana hiburan, melainkan juga alat soft power dalam negeri. Mereka membantu membentuk citra modern Korea Utara, tanpa lepas dari doktrin ideologi negara.

Moranbong Band bisa dibilang merupakan jawaban Korea Utara terhadap dominasi K-pop, dengan kemasan yang sesuai dengan nilai dan pandangan negara tersebut. Meski tampil dalam balutan musik pop, mereka tetap mengemban misi besar sebagai duta ideologi.

Jadi, Hiburan atau Propaganda?

Moranbong Band adalah gambaran menarik tentang bagaimana musik dan politik bisa berjalan berdampingan—dengan cara yang tidak akan pernah kita temukan di panggung K-pop. Mereka menyanyi, tampil modis, dan memukau publik… namun semuanya dalam koridor yang sangat terkontrol dan sarat pesan.

Di balik musik yang semarak, pertanyaan tetap terbuka: Apakah mereka adalah simbol seni, atau representasi propaganda modern Korea Utara? Jawabannya mungkin keduanya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel