TIMETODAY.ID — Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, satu nama program kembali mencuat dan memancing antusiasme publik: Tenaga Kerja Mandiri atau TKM. Sayangnya, kabar itu justru muncul dalam bentuk penipuan. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pun segera angkat bicara.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya. Saat ini Kemnaker belum membuka pendaftaran program TKM 2025,” ujar Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga dalam pernyataan resminya, Jumat, 25 April 2025, seperti dikutip dari Antara.
Peringatan ini menyusul beredarnya informasi palsu di berbagai platform digital tentang pembukaan pendaftaran program TKM. Banyak masyarakat tergiur dengan janji bantuan dana dan kemudahan berwirausaha. Namun, Kemnaker menegaskan, hingga kini, belum ada pengumuman resmi terkait pembukaan TKM 2025.
Apa Itu TKM? Harapan Baru untuk yang Menganggur
Diluncurkan pada tahun 2020, program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dirancang untuk menciptakan peluang kerja baru melalui pengembangan wirausaha, khususnya bagi para penganggur terdidik. TKM menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran di daerah-daerah yang tingkat penganggurannya masih tinggi, termasuk kantung-kantung pekerja migran dan wilayah miskin.
Program ini juga dirancang untuk melahirkan pengusaha-pengusaha pemula yang tangguh dan mandiri. Mengutip dari Jurnal Ketenagakerjaan (J-Naker), TKM tidak sekadar memberikan modal, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan dan pembinaan kewirausahaan.
Bantuan hingga Rp 5 Juta untuk Peserta Pemula
Bagi peserta TKM Pemula, pemerintah menyalurkan bantuan dana tunai sebesar Rp 5 juta. Dana tersebut digunakan untuk pembelian alat usaha atau bahan baku, dengan cakupan bidang usaha seperti boga, pertanian, peternakan, perikanan, usaha kreatif, dan perdagangan.
Namun tentu saja, tidak semua orang bisa mendapatkan bantuan ini. Persyaratan cukup ketat diberlakukan. Penerima harus berusia antara 17 hingga 64 tahun, tidak sedang sekolah atau bekerja, bukan ASN, dan belum pernah menerima bantuan serupa dalam dua tahun terakhir.
Tak hanya itu, penyandang disabilitas, peserta program Desa Migran Produktif (Desmigratif), dan alumni pelatihan vokasi juga memiliki peluang untuk mendaftar, dengan tambahan dokumen pendukung sesuai ketentuan.
Janji Manis yang Rawan Disalahgunakan
Antusiasme masyarakat terhadap program TKM yang terbukti mampu menghidupkan usaha-usaha kecil menjadi celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan. Akun-akun media sosial palsu kerap menyebarkan informasi menyesatkan demi menjebak korban.
Sunardi pun mengingatkan, setiap informasi resmi hanya akan diumumkan melalui saluran komunikasi resmi Kemnaker. “Kami ingin masyarakat tetap waspada dan hanya percaya pada sumber informasi yang kredibel,” tegasnya.
Program TKM memang menjanjikan secercah harapan bagi mereka yang ingin bangkit dari pengangguran. Namun, semangat berwirausaha itu harus tetap diiringi kewaspadaan terhadap penipuan yang mengintai. Karena seperti halnya membangun usaha, langkah awal yang benar adalah fondasi untuk keberhasilan jangka panjang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































