Aksi “Free Maluku, Papua, dan Aceh” di Forum PBB Tuai Reaksi Keras, Kemlu RI Angkat Bicara

pbb
Ilustrasi ruangan pbb (Foto: Getty Images via AFP/EDUARDO MUNOZ ALVAREZ)

TIMETODAY.ID — Jagat media sosial digemparkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan sekelompok individu mengenakan pakaian adat sambil membentangkan poster bertuliskan “FREE MALUKU, FREE PAPUA, FREE ACEH” dalam sebuah forum resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Aksi ini sontak menyita perhatian publik internasional dan menjadi sorotan berita pada Kamis (24/4/2025).

Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memberikan klarifikasinya. Juru bicara Kemlu, Rolliansyah Soemirat atau akrab disapa Roy, mengecam keras aksi tersebut yang dinilainya sebagai bentuk penyalahgunaan forum internasional.

Baca Juga :  Gencatan Senjata Rawan, Tiga Negara Eropa Desak Israel Buka Akses Bantuan ke Gaza

“Memang terjadi insiden yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang menyalahgunakan forum United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII) beberapa hari lalu,” ujar Roy saat ditemui di Gedung Palapa, Kemlu,  menguti dari cnnindonesia.com.

Advertisement

Dalam kesempatan yang sama, isu lain yang turut mencuat adalah perlakuan aparat imigrasi Amerika Serikat terhadap Warga Negara Indonesia (WNI). Kemlu menyatakan keprihatinannya atas penahanan sejumlah WNI yang dianggap tidak sesuai prosedur.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha, menjelaskan bahwa Indonesia telah melakukan upaya diplomatik untuk menangani kasus tersebut. “Perwakilan kita di Amerika Serikat terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan otoritas setempat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Masjid Abu Bakar As Siddiq Dibakar Pemukim Israel, Ini Kronologinya

Di sisi lain, ketegangan politik Palestina juga menghangat. Presiden Palestina Mahmoud Abbas melontarkan kritik keras terhadap kelompok perlawanan Hamas, terutama terkait penahanan sandera asal Israel. Pernyataan Abbas kemudian dibalas oleh pejabat senior Hamas, Basem Naim, yang menyebut kritik tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap perjuangan rakyat Palestina.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel