TIMETODAY.ID, BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat sebanyak 351 kejadian bencana terjadi di wilayahnya sepanjang 1 Januari hingga 23 April 2025. Dari total tersebut, tanah longsor menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan 112 kasus.
“Cuaca ekstrem dan kontur wilayah yang rawan menjadi faktor utama tingginya angka longsor di Bogor,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatullah, Kamis (24/4/2025).
Data dari Pusdalops-PB BPBD menunjukkan, selain tanah longsor, bencana lain yang banyak terjadi antara lain pohon tumbang (83 kejadian), bangunan roboh (71), dan angin kencang (40). Sementara kejadian banjir hanya tercatat sebanyak lima kali, dan tidak ada laporan kekeringan hingga saat ini.
Akibat dari rangkaian bencana tersebut, sebanyak 215 rumah terdampak dengan rincian 113 rumah rusak ringan, 59 rusak sedang, dan 43 rusak berat.
Selain kerusakan fisik, BPBD mencatat 1.493 jiwa terdampak bencana, dengan 11 orang mengalami luka ringan, 6 orang luka berat, dan 2 orang meninggal dunia.
“Penanganan terus kami lakukan bersama lintas instansi, termasuk evakuasi dan penyaluran bantuan logistik,” kata Hidayatullah.
Wilayah yang paling terdampak tersebar di enam kecamatan, yakni Bogor Barat, Bogor Tengah, Bogor Selatan, Bogor Utara, Bogor Timur, dan Tanah Sareal.
Editor: B. Supriyadi





































