Di Tengah Krisis Tesla, Elon Musk Didesak Pilih Prioritas: Robotaxi, Mobil Murah, atau Politik?

Elon Musk
Foto: AP/Alberto Pezzali

TIMETODAY.IDElon Musk, sosok flamboyan yang selama ini dikenal karena ambisinya menaklukkan Mars dan menciptakan mobil masa depan, kini berada di bawah tekanan besar. Bukan dari luar, tapi dari para investornya sendiri—mereka yang dulu percaya pada visinya, kini mulai gelisah.

Penurunan penjualan Tesla bukan lagi sekadar angka. Bahkan di California, pasar domestik terbesar Tesla, grafik penjualan menunjukkan penurunan yang mencolok. Saham perusahaan merosot hampir 40% dan nilai pasar Tesla anjlok lebih dari 500 miliar dolar AS. Kondisi ini memantik tanda tanya besar: ke mana arah Tesla sebenarnya?

Kekhawatiran semakin tajam ketika Elon Musk terlihat semakin aktif di ranah politik. Keterlibatannya dalam pemerintahan Donald Trump—yang tengah bersiap kembali ke panggung politik—membuat sebagian investor bertanya-tanya, apakah Musk masih memprioritaskan Tesla?

Advertisement
Baca Juga :  Pelayanan SIM Keliling Bogor, Sabtu 30 Maret 2024

“Jika Musk bisa mulai fokus kembali memulihkan merek Tesla, saya percaya kerusakannya bisa diminimalkan,” ujar Dennis Dick, Kepala Strategi Stock Trader Network, dengan nada tegas. Ia juga menekankan pentingnya Musk menahan diri dalam urusan politik. “Penting untuk Musk membatasi komentar politiknya ke depan dan fokus pada FSD, robotaxi, dan Optimus.”

Di tengah situasi genting itu, dua janji besar Musk kembali menghantui: mobil listrik murah dan layanan robotaxi tanpa pengemudi. Investor berharap ada kejelasan dalam laporan perusahaan yang dirilis , dan dikutip dari Reuters (22/4). Mereka ingin tahu: kapan versi terjangkau dari Model Y akan benar-benar mengaspal, dan apakah robotaxi akan meluncur sesuai jadwal?

Reuters melaporkan bahwa Tesla memang akan menghadirkan versi murah dari SUV Model Y, namun produksinya telah tertunda berbulan-bulan. Di sisi lain, Musk bersikukuh robotaxi akan meluncur di Texas pada Juni dan mulai mengaspal di California pada akhir 2025.

Baca Juga :  BMW Group Festival of JOY 2026, Ajang Nostalgia dan Teknologi Otomotif Terkini

Dengan pasar yang lesu, Musk menjadikan robotaxi dan pengembangan AI sebagai kartu truf untuk mengangkat kembali Tesla. Tapi akankah publik dan investor percaya pada janji yang sama untuk kesekian kali?

Kini, bukan hanya mobil otonom yang harus membuktikan kelayakannya, tapi juga Musk sendiri. Akankah dia kembali mengarahkan Tesla menuju masa depan cerah, atau terjebak dalam kegaduhan politik dan ambisi yang terlalu banyak?

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel