Meski Diabaikan KOVO, Megawati Tetap Jadi Bintang V-League

Megawati
Megawati Hangestri Pertiwi

TIMETODAY.ID — Sudah dua musim Megawati Hangestri Pertiwi memperkuat Daejeon JungKwanJang Red Sparks di V-League Korea Selatan. Namun, meski tampil konsisten dan menjadi pilar penting tim, nama Megawati nyaris tak disebut sebagai faktor utama dalam lonjakan penonton musim ini oleh media dan federasi voli Korea (KOVO).

Dalam laporan resmi KOVO, mereka menyebut peningkatan penonton pada musim ini disebabkan oleh popularitas legenda voli Korea, Kim Yeon-koung. “Rata-rata kehadiran penonton di pertandingan voli putri profesional musim ini meningkat sebesar 1,8% dibandingkan tahun lalu berkat efek Kim Yeon-koung,” tulis KBS News.

Pertandingan terakhir Kim Yeon-koung, saat Pink Spiders menghadapi Red Sparks, menjadi salah satu bukti kekuatan magnetik sang legenda. “Pertandingan kelima V-League antara Pink Spiders dan Red Sparks dihadiri oleh 6.882 penonton,” ungkap KBS News. Dari 19 laga dengan tiket terjual habis di divisi putri, 18 di antaranya adalah laga yang melibatkan Pink Spiders, tim tempat Kim bermain.

Advertisement
Baca Juga :  Van Dijk Terima Kritik, Janji Liverpool Akan Bangkit

Namun di balik sorotan untuk Kim Yeon-koung, tak sedikit yang mempertanyakan keputusan KOVO yang seolah mengabaikan kontribusi Megawati. Pemain asal Indonesia itu bahkan tidak masuk dalam daftar Best 7 V-League musim 2024–2025, sebuah keputusan yang membuat banyak penggemar voli—terutama dari Indonesia—geram.

Padahal, Megawati telah memberikan pengaruh besar, tidak hanya dari performa di lapangan, tetapi juga dari sisi popularitas. Keberadaannya turut meningkatkan jumlah pengikut Red Sparks di media sosial, bahkan mendongkrak perhatian internasional terhadap V-League. “Megawati ini merupakan fenomena,” tulis salah satu portal olahraga Korea dalam kolom opini mereka.

Kritik kepada KOVO semakin menguat karena pengaruh Megawati dinilai layak mendapat pengakuan lebih besar. Di saat Kim Yeon-koung pensiun dan Megawati kembali ke Indonesia untuk berkompetisi di Proliga 2025, media Korea justru menyadari potensi kehilangan besar dalam daya tarik liga mereka.

Baca Juga :  Red Sparks di Ambang Runner-Up Liga Voli Korea, Duel Krusial Lawan Hi Pass

KBS News sendiri di akhir artikelnya mengakui bahwa kepergian dua bintang—Kim Yeon-koung dan Megawati—berpotensi membuat popularitas voli profesional Korea menurun musim depan. “Namun, dengan pensiunnya Kim Yeon-koung dan bahkan pemain asing spesial Mega yang hengkang, popularitas bola voli profesional musim depan terancam,” tulisnya.

Megawati mungkin sudah kembali ke Tanah Air, namun jejaknya masih terasa di V-League. Apakah ketidakadilan yang ia terima akan membuka mata dunia olahraga bahwa kontribusi pemain asing layak mendapat tempat yang setara? Waktu yang akan menjawabnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel