TIMETODAY.ID, BOGOR – Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mencatat peningkatan ringan kasus HIV pada triwulan pertama tahun 2025. Data dari surveilans dan sistem pelaporan kesehatan menunjukkan adanya 216 kasus baru yang terdeteksi selama Januari hingga Maret 2025.
Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Bogor, Dr. Yessi Desputri, MKK, menjelaskan bahwa metode analisis yang digunakan membandingkan data per periode yang sama, bukan secara tahunan penuh.
“Kalau 2025 ini masih berjalan tiga bulan, Januari, Februari, Maret. Jadi tidak bisa dibandingkan langsung dengan total tahun sebelumnya,” ujar Dr. Yessi, Jumat (18/4/2025).
Pada periode yang sama tahun 2024, Dinkes mencatat 208 kasus baru HIV. Dari jumlah tersebut, 67 kasus ditemukan di puskesmas dan 141 kasus dari rumah sakit. Sementara itu, pada triwulan pertama 2025, terdapat 79 kasus dari puskesmas dan 137 kasus dari rumah sakit.
“Jadi kalau peningkatan secara signifikan sih enggak ya, karena hanya sedikit,” jelasnya.
Meski kenaikan hanya delapan kasus, pihaknya menegaskan pentingnya terus memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini, terutama melalui layanan kesehatan primer.
“Edukasi, perilaku seks yang sehat, pencegahan penggunaan jarum suntik bersama, serta triple eliminasi pencegahan HIV dari ibu ke anak tetap menjadi fokus. Ibu hamil dilakukan skrining, dan jika ada yang positif, pengobatan segera dilakukan untuk mencegah penularan ke janinnya,” pungkas Dr. Yessi.
Seperti diketahui, pada tahun 2024, total kasus baru HIV di Kabupaten Bogor tercatat sebanyak 831 kasus.
Editor : B. Supriyadi





































