Pernikahan di Balik Jeruji: Agus Buntung Menikah Saat Jalani Tahanan Kasus Pelecehan Seksual

Agus buntung
Agus buntung (foto : Tiktok/erranoviyanthi)

TIMETODAY.ID — Satu peristiwa tak biasa menghebohkan jagat maya beberapa hari terakhir. Di tengah proses hukum yang tengah dijalaninya atas tuduhan pelecehan seksual, I Wayan Agus Suartama, atau yang lebih dikenal sebagai Agus Buntung, dilaporkan telah menikah secara adat. Pernikahan tersebut berlangsung tanpa kehadiran sang mempelai pria—yang saat ini ditahan di Lapas Kelas IIA Kuripan, Lombok Barat.

Potongan video dan foto prosesi pernikahan beredar luas di media sosial, memperlihatkan Ni Luh Nopianti, perempuan yang diduga sebagai istri baru Agus, mengikuti prosesi adat Bali bernama “Widiwidana”, yakni upacara penyatuan dua keluarga yang sah secara adat Hindu.

Menariknya, kehadiran Agus digantikan dengan sebilah keris berbalut kain putih, sebuah simbol dalam tradisi Bali yang mewakili sosok mempelai pria. Sementara itu, ibunda Agus, Ni Gusti Ayu Ari Padhi, tampak hadir dengan mengenakan kebaya Bali dan kain batik berwarna pink, terlihat tegar di tengah sorotan publik dan beban psikologis yang berat sebagai orang tua seorang terdakwa kasus pelecehan seksual.

Advertisement

Cinta di Tengah Kasus Hukum
Ni Luh Nopianti bukanlah sosok asing. Dalam beberapa unggahan video sebelumnya, ia disebut kerap tampil mesra bersama Agus. Keduanya diduga mulai menjalin hubungan sejak berkenalan lewat media sosial Facebook, meskipun Agus dikabarkan telah memiliki istri lain.

Baca Juga :  LS Vinus Dorong DPRD Kabupaten Bogor Terbuka soal Rencana Kerja 2024-2029

Kabar pernikahan ini memancing reaksi beragam dari masyarakat. Di satu sisi, publik masih mengikuti proses hukum Agus yang dijerat dengan Pasal 6A dan/atau Pasal 6C junto Pasal 15 huruf E UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS, dengan ancaman pidana 12 tahun penjara dan denda Rp300 juta.

Sidang Perdana Penuh Emosi
Sidang perdana Agus yang digelar Kamis (16/1/2025) di Pengadilan Negeri Mataram menjadi momen penuh drama. Setelah pembacaan dakwaan oleh Jaksa Dina Kurniawati, suasana mendadak tegang. Ibunda Agus, Ni Gusti Ayu Padni, tiba-tiba pingsan di halaman PN Mataram. Kepalanya terbentur keras di pojok taman dan mengeluarkan darah.

Tangis Agus pecah di dalam mobil tahanan. Ia berteriak histeris saat melihat ibunya tak sadarkan diri, ingin turun dan memeluk sang ibu, namun terhalang protokol keamanan.

Ibunda Agus segera dilarikan ke RS Bhayangkara yang berada di dekat lokasi. Peristiwa itu menjadi pukulan berat bagi keluarga Agus, memperlihatkan sisi rapuh di balik sosok pria yang kini tengah menghadapi hukuman berat.

Permohonan Jadi Tahanan Rumah
Melihat kondisi psikologis keluarga, kuasa hukum Agus, Ainuddin, mengajukan permohonan perubahan status tahanan. Mereka berharap Agus bisa menjalani proses hukum dengan status tahanan rumah demi alasan kemanusiaan dan keadilan.

Baca Juga :  Jawab Isu yang Beredar, Ahmad Dhani Benarkan Tanggal Nikah El Rumi-Syifa Hadju

“Kami ingin agar hak-hak klien kami tetap terpenuhi, dengan pertimbangan kondisi keluarga dan proses hukum yang masih berjalan,” ujar Ainuddin.

Namun hingga kini, belum ada keputusan resmi dari pihak pengadilan mengenai permohonan tersebut.

Kisah yang Membelah Simpati dan Kecaman
Kisah Agus Buntung membelah opini publik. Di satu sisi, banyak yang menyoroti sisi kemanusiaan seorang anak yang menangisi ibunya dan pernikahan yang tetap digelar meski dari balik jeruji. Namun di sisi lain, publik juga menuntut keadilan bagi para korban dugaan kekerasan seksual.

Akankah perjalanan hukum Agus Buntung tetap berjalan sebagaimana mestinya di tengah sorotan emosional yang menyertainya? Atau justru kisah ini membuka lembaran baru dalam wacana keadilan yang lebih berimbang antara hukum dan sisi kemanusiaan?

Yang pasti, drama kehidupan Agus Buntung kini tak hanya bergulir di ruang sidang, tapi juga di hati banyak orang.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel