TIMETODAY.ID — Setiap rumah yang kita datangi saat Lebaran seakan punya satu kesamaan: toples-toples bening berisi aneka kue kering yang menggoda.
Ada nastar dengan isian nanas manis dan legit, kastengel yang asin-gurih dari parutan keju, sampai lapis legit yang harum mentega dan kuning telur. Lebaran tanpa kue? Rasanya seperti opor tanpa ketupat.
Namun, di balik manisnya kenangan masa kecil akan kue Lebaran, tersimpan tantangan baru di era modern: kesadaran akan kesehatan. Tak sedikit orang yang ragu-ragu mengambil kue ketiga atau keempat karena takut dengan satu hal yang mengintai—angka di timbangan dan kadar kolesterol.
Kalori di Balik Manisnya Kue
Tak banyak yang menyadari bahwa satu buah nastar kecil mengandung sekitar 80 hingga 100 kalori, tergantung ukurannya. Kastengel? Sedikit lebih tinggi, bisa mencapai 120 kalori per potong. Dan lapis legit, yang kaya lapisan dan bahan premium, bisa menyumbang hingga 200 kalori dalam satu potong kecil saja.
Bayangkan jika kita tanpa sadar ngemil 5-6 potong sambil ngobrol dengan keluarga—itu bisa menyamai seporsi makan besar. Namun, bukan berarti kita harus menghindari kue-kue itu sepenuhnya. Sebab, menurut dr. Susan Thian, ada cara untuk tetap bisa menikmati kue Lebaran tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Tips Menikmati Kue Lebaran Secara Sehat
Dalam video edukatifnya di TikTok (@susan.thian), dr. Susan membagikan empat strategi yang bisa diterapkan saat hari raya:
- Makan Besar Terlebih Dahulu
“Kita pastikan di rumah kita makan kenyang dulu, sudah ada serat dan protein, baru deh jalan ke rumah saudara,” katanya. Konsumsi sayuran dan lauk berprotein tinggi sebelum mulai bersilaturahmi bisa menjaga kestabilan gula darah dan mencegah ngemil berlebihan. - Minum Cuka Apel Sebelum Makan
Cuka apel diketahui bisa membantu memperlambat lonjakan gula darah dan mencegah gula berlebih disimpan sebagai lemak. - Pilih Porsi Kecil dan Fokus pada Kue Favorit
Alih-alih mencoba semua jenis kue, pilih satu atau dua favorit. Nikmati perlahan dan sadar, bukan sambil sibuk berbicara atau menonton televisi. - Tetap Aktif Setelah Makan
Bergerak ringan seperti berjalan kaki setelah makan bisa membantu proses metabolisme dan menjaga gula darah tetap stabil.
Nastar, Si Primadona Meja Lebaran
Menariknya, sebuah riset terbaru dari Populix mengungkap bahwa nastar tetap menjadi kue Lebaran terfavorit di kalangan Gen Z dan milenial. Sebanyak 82 persen responden dalam survei yang dilakukan pada 6–8 Maret 2025 memilih nastar sebagai primadona meja saji.
Urutan berikutnya diisi oleh putri salju (44%), kastengel (35%), dan sagu keju (27%). “Pilihan nastar bahkan hampir dua kali lipat dari posisi kedua. Siap-siap kalau nastar jadi yang pertama habis saat Lebaran nanti,” ujar Indah Tanip, VP of Research Populix.
Meski hidup di era digital, milenial dan Gen Z masih menunjukkan ketertarikan tinggi pada kue buatan rumahan (UMKM), diikuti oleh produk pabrikan dan toko terkenal. Sebagian dari mereka bahkan berencana membuat kue sendiri sebagai bentuk nostalgia dan kreativitas kuliner.
Kue-Kue Khas yang Tak Lekang oleh Waktu
Selain kue kering, aneka kue basah tradisional seperti klepon, onde-onde, apem, dan lapis legit tetap menjadi bagian dari budaya Lebaran di Indonesia. Perpaduan kue modern dan tradisional menciptakan harmonisasi rasa yang tidak hanya memuaskan lidah, tapi juga menghubungkan antar generasi.
Lebaran: Bukan Soal Menahan, Tapi Menyeimbangkan
Akhirnya, Lebaran bukanlah ajang untuk menahan diri secara ekstrem, melainkan tentang menjaga keseimbangan. Nikmati kue favorit, berbagi tawa bersama keluarga, dan tetap bergerak aktif. Dengan sedikit kesadaran dan strategi, Lebaran bisa tetap manis—tanpa harus merasa bersalah.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































