
TIMETODAY.ID — Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menunjukkan solidaritasnya dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Myanmar yang terdampak gempa bumi dahsyat. Bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian Indonesia dalam membantu sesama, terutama di saat krisis.
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen PMI untuk menolong mereka yang membutuhkan, tanpa memandang batas negara.
“PMI terus berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan, baik di dalam maupun luar negeri. Bantuan ini adalah wujud solidaritas Indonesia untuk saudara-saudara kita di Myanmar yang tengah menghadapi situasi sulit akibat gempa bumi,” ujar Jusuf Kalla dalam keterangannya, Rabu (2/4/2025).
Bantuan yang Dikirimkan
PMI mengirimkan berbagai kebutuhan mendesak bagi para korban bencana, di antaranya:
- 000 unit sarung
- 500 buah selimut
- 500 unit kantong jenazah
- 500 unit hygiene kit
- 500 unit terpal
Seluruh bantuan ini memiliki berat total 7 ton dengan nilai mencapai 800 juta rupiah. Barang-barang tersebut telah disiapkan di gudang regional PMI di Banten dan akan dikirim bersamaan dengan bantuan dari Pemerintah Indonesia.
Pengiriman bantuan dijadwalkan berangkat pada Kamis, 3 April 2025, dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Naypyidaw, Myanmar, menggunakan pesawat kargo. Saat ini, bantuan telah berada di bagian kargo bandara untuk persiapan keberangkatan.
Selain bantuan dalam bentuk barang, PMI juga menyalurkan dana kemanusiaan sebesar 100 ribu US Dollar kepada Palang Merah Myanmar guna mendukung operasional tanggap darurat di lokasi bencana.
PMI Siap Kirim Personel Bantuan
PMI juga tengah mempertimbangkan untuk mengirimkan personel bantuan, termasuk tim Water and Sanitation (WATSAN) serta tenaga ahli di bidang lain yang diperlukan di lapangan. Pengiriman personel ini akan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, serta Palang Merah Myanmar.
Dampak Besar Gempa Myanmar
Pada Selasa (1/4/2025), kelompok bantuan di Myanmar melaporkan kondisi yang memilukan akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang negara tersebut pada Jumat siang. Hingga kini, lebih dari 2.700 orang dilaporkan tewas, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka atau masih dalam pencarian.
Pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing, mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas diperkirakan akan melampaui 3.000 orang, dengan 4.521 orang terluka dan 441 lainnya masih hilang.
“Di antara yang hilang, sebagian besar diperkirakan telah meninggal. Peluang mereka untuk tetap hidup sangat kecil,” ujar Min Aung Hlaing dalam pidatonya, dikutip dari Japan Today, Rabu (2/4/2025).
Gempa bumi ini merupakan yang terkuat dalam lebih dari satu abad dan menyebabkan kehancuran besar di Mandalay serta Naypyidaw, ibu kota yang dibangun oleh junta militer sebelumnya sebagai pusat pemerintahan.
Pukulan Berat bagi Myanmar
Bencana ini semakin memperparah situasi di Myanmar yang sudah menghadapi ketidakstabilan politik sejak kudeta militer tahun 2021. Sejak saat itu, negara dengan populasi 53 juta jiwa ini mengalami krisis ekonomi dan konflik berkepanjangan yang menyebabkan lebih dari 3 juta orang mengungsi.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan internasional sangat dibutuhkan untuk membantu para korban yang kehilangan tempat tinggal, makanan, dan air bersih. PMI berharap bantuan yang dikirimkan dapat meringankan beban masyarakat Myanmar dan menjadi langkah awal dalam pemulihan pasca-bencana.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































