Lulu Hypermarket Akan Tutup di Asia Tenggara, Banting Harga dan PHK Karyawan

lulu hypermarket
Lulu Hypermarket Tutup 10 April, Banting Harga hingga PHK Pekerja (Foto: Okezone)

TIMETODAY.ID Lulu Hypermarket, salah satu jaringan ritel asal Uni Emirat Arab (UEA), akan resmi berhenti beroperasi pada 10 April 2025 di seluruh gerainya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan pantauan langsung di gerai Lulu Hypermarket yang berlokasi di The Park Sawangan, Depok, kondisi toko saat ini terlihat memprihatinkan dengan banyak rak kosong serta promosi besar-besaran untuk menghabiskan stok barang.

Kondisi Lulu Hypermarket Menjelang Penutupan

Sejak memasuki area toko, pengunjung langsung disambut dengan tumpukan pakaian yang dibanderol dengan harga miring disertai label “clearance promo” atau cuci gudang.

Di dalam toko, hanya terlihat tiga kasir yang masih beroperasi, sementara sebagian besar rak makanan, freezer minuman, serta frozen food sudah dalam kondisi kosong. Sisa barang yang ada, seperti roti dan beberapa produk pakaian, tampak tidak tertata rapi.

Advertisement

Menurut salah satu pegawai Lulu Hypermarket yang enggan disebutkan namanya, kondisi ini mulai terjadi sejak akhir 2024.

“Mulai sepi dari sebelum tahun baru, sudah nggak ada barang lagi yang masuk. Dari sananya distribusi barang sudah tersendat,” ungkapnya.

Barang-barang lain seperti elektronik, tas, dan sandal juga dijual dengan harga miring. Meski masih tertata, kondisi toko jauh dari kata rapi, mencerminkan dampak dari keputusan penutupan yang sudah diambil.

Baca Juga :  Insentif Pajak 2026 Resmi Berlaku, dari PPN Rumah hingga PPh Pegawai

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Karyawan

Keputusan Lulu Hypermarket untuk menutup operasionalnya berdampak langsung pada nasib karyawan. Pegawai yang ditemui mengungkapkan bahwa lebih dari 100 orang pekerja di gerai The Park Sawangan terkena dampak, baik yang berstatus karyawan tetap maupun kontrak.

“Pesangon dapat, paling cuma Rp30 juta, ditambah BPJS,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu alasan tutupnya Lulu Hypermarket adalah biaya operasional yang lebih besar dibandingkan pendapatan. Ditambah lagi, banyak posisi strategis dipegang oleh pegawai asing yang mendapat fasilitas khusus seperti rumah dinas dan tunjangan operasional lainnya. Selain itu, banyak produk yang kurang cocok dijual di supermarket, seperti sepatu, yang meskipun memiliki margin besar, jarang terjual.

Spekulasi Penutupan dari Warganet

Penutupan Lulu Hypermarket menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet yang membagikan pengalaman mereka saat mengunjungi beberapa gerai Lulu di Jabodetabek yang sudah mulai kosong dan menawarkan diskon besar-besaran.

Salah satu pengguna media sosial X, @dia***, membagikan pengalaman saat mengunjungi Lulu Hypermarket di QBIG BSD City, Tangerang. “Kemarin ke Lulu dah hampir kosong… cuma ngabisin stok dan semuanya diskon. Literally tempat sendal sepatu kosong bolong,” tulisnya pada 2 Maret 2025.

Baca Juga :  Pemerintah Umumkan Pembebasan PPN Listrik dan Air Mulai 2025

Sementara itu, akun @in*** mengungkapkan bahwa Lulu Hypermarket cabang Cakung juga akan tutup. “Padahal di Lulu doang enak cari kurma. Lengkap banyak pilihan. Lulu cabang Cakung juga mau tutup,” tulisnya.

Sejarah Lulu Hypermarket di Indonesia

Lulu Hypermarket pertama kali membuka gerainya di Indonesia pada 31 Mei 2016 di Cakung, Jakarta Timur, yang diresmikan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Sejak saat itu, jaringan swalayan ini terus berkembang dan memiliki setidaknya enam gerai di berbagai kota, seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Jakarta.

Namun, setelah hampir satu dekade beroperasi, Lulu Hypermarket harus menutup semua gerainya di Asia Tenggara akibat tantangan bisnis yang semakin berat. Dengan keputusan ini, pelanggan setia Lulu Hypermarket harus mencari alternatif lain untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel