TIMETODAY.ID, BOGOR – Larangan beroperasinya angkutan kota atau angkot di Puncak mulai Selasa (1/4/2025) hingga sepekan ke depan rupanya belum sepenuhnya berjalan efektif.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak angkot yang tetap beroperasi, meski larangan ini telah disepakati sebelumnya oleh para sopir dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kesepakatan tersebut bertujuan untuk mengurangi kemacetan selama musim libur Lebaran. Sebagai kompensasi, para sopir angkot diberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai.
Namun, kenyataannya, beberapa sopir tetap menjalankan kendaraannya di jalur Puncak dengan berbagai alasan.
Pepen (56), seorang sopir angkot jurusan Bogor-Cisarua, mengungkapkan bahwa ia tetap berada di jalur tersebut bukan untuk mengangkut penumpang, melainkan untuk memantau situasi jalan.
“Wah banyak tarikan Pak, penumpang banyak, tetapi kan ada larangan ini, jadi enggak berani narik,” ujarnya.
Namun, tak sedikit sopir lain yang tetap beroperasi seperti biasa. Bahkan, ada yang memanfaatkan situasi ini dengan menarik penumpang secara borongan.
Ari, seorang sopir angkot jurusan Bogor-Ciawi, mengakui bahwa dirinya bersama beberapa sopir lain tetap beroperasi untuk melayani penumpang yang ingin menuju Puncak.
“Ini kita angkot 01, Bogor-Ciawi. Kita sewa borongan,” katanya singkat.
Sementara itu, dari sisi penumpang, larangan ini belum sepenuhnya terasa. Ikhsan (32), seorang penumpang asal Bogor, mengaku masih mudah menemukan angkot yang beroperasi menuju kawasan Puncak.
“Saya tadi naik dari Bogor menuju Puncak, masih banyak yang beroperasi kok,” tuntasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































