Hindari 7 Hal Ini Saat Idul Fitri Agar Perayaan Tetap Bermakna

Idul Fitri
ilustrasi lebaran (istock/Rani Nurlaela Desandi)

TIMETODAY.ID — Umat Islam di seluruh Rakyat Indonesia akan merayakan Idul Fitri pada Senin (31/3/2025), momen penuh sukacita yang menjadi ajang berkumpul dengan keluarga, saudara, dan tetangga untuk saling bermaaf-maafan.

Lebaran juga menjadi simbol kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa. Namun, di tengah kebahagiaan perayaan ini, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar Idul Fitri tetap bermakna dan sesuai dengan ajaran Islam.

1. Berpuasa di Hari Raya

Idul Fitri merupakan hari di mana umat Islam merayakan keberhasilan menjalankan puasa Ramadhan selama sebulan. Oleh karena itu, berpuasa pada 1 Syawal dilarang dalam Islam.

Advertisement

Dari Abu Sa’id Al Khudri ra, berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Muslim).

Hadis lain juga menegaskan larangan ini:

Dari Umar bin Khathab ra, ia berkata: “Sesungguhnya Rasulallah SAW melarang berpuasa di kedua hari raya. Pada hari raya Idulfitri kamu berbuka puasamu dan pada hari raya Iduladha kamu makan daging kurbanmu.” (HR. Bukhari Muslim).

Sebagai gantinya, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan ibadah puasa dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal, yang memiliki keutamaan seperti berpuasa sepanjang tahun.

2. Makan Berlebihan

Merayakan Idul Fitri dengan menikmati hidangan khas Lebaran memang menyenangkan, tetapi makan secara berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan dan spiritualitas. Imam Syafi’i menyebutkan bahwa kekenyangan dapat membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, serta menghilangkan kecerdasan dan kepekaan dalam beribadah. Oleh karena itu, dianjurkan untuk tetap menjaga keseimbangan dalam mengonsumsi makanan.

Baca Juga :  Hadiah Terakhir di Tas Hitam: Kisah Pilu Naila yang Tak Sempat Pulang untuk Lebaran

3. Berpakaian Menyerupai Orang Kafir

Idul Fitri menjadi momen bagi umat Islam untuk mengenakan pakaian terbaik. Namun, pakaian yang dikenakan hendaknya tetap sesuai dengan ajaran Islam dan tidak menyerupai budaya atau kebiasaan yang bertentangan dengan nilai-nilai keislaman.

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia bagian darinya.” (HR. Abu Dawud).

Selain itu, berpakaian terlalu terbuka atau ketat yang menampakkan aurat juga dilarang. Allah SWT berfirman:

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).

4. Berpenampilan Berlebihan

Selain berpakaian yang sesuai dengan syariat, umat Islam juga dianjurkan untuk tidak berhias secara berlebihan hingga menimbulkan kesan sombong atau pamer. Kehidupan sederhana dan tidak berlebihan lebih ditekankan dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda: “Jauhilah kamu semua hidup mewah dan pakaian ahli syirik.” (HR. Muslim).

5. Berfoya-Foya

Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan dan pesta, tetapi juga tentang mempererat silaturahmi dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Menghabiskan harta untuk hal-hal yang tidak perlu dan berlebihan dalam bersenang-senang dapat menghilangkan esensi dari Idul Fitri.

Baca Juga :  Tips Agar Berat Badan Tetap Stabil Saat Lebaran

Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-An’am: 141).

6. Bersalaman dengan Lawan Jenis

Saling bermaafan adalah bagian dari tradisi Idul Fitri, tetapi dalam Islam, bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahram tetap tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, sebaiknya umat Islam menjaga adab dalam berinteraksi dan tetap mematuhi batasan syariat.

7. Menunda Waktu Shalat

Di tengah kesibukan perayaan Idul Fitri, penting untuk tetap menjalankan ibadah tepat waktu, termasuk shalat Idul Fitri. Menunda atau melewatkan waktu shalat tanpa alasan yang mendesak dapat mengurangi keberkahan momen suci ini.

Kesimpulan

Idul Fitri adalah momen penuh kebahagiaan yang tidak hanya dirayakan dengan suka cita, tetapi juga dengan kesadaran spiritual. Dengan menghindari beberapa hal yang tidak dianjurkan di atas, umat Islam dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih bermakna dan sesuai dengan ajaran Islam. Kebahagiaan sejati tidak hanya terletak pada perayaan duniawi, tetapi juga pada bagaimana kita menjaga hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia.

Semoga kita semua dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh keberkahan dan menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan serta ketaqwaan. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin!

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel