Dikecam di Palembang, Willie Salim Cari Jalan Damai

Willie Salim
Tangkapan layar Instagram Willie Salim Kamis (27/3/2025). Respon Willie Salim pasca dilaporkan ke polisi (Instagram Willie Salim)

TIMETODAY.ID — ​Konten kreator terkenal, Willie Salim, kini menghadapi gelombang kecaman usai video kontroversialnya terkait rendang di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. Reaksi keras datang dari berbagai pihak, termasuk Kesultanan Palembang, yang dengan tegas mengutuknya dan bahkan menyatakan dirinya “diharamkan” untuk menginjakkan kaki di Palembang.

Tak tinggal diam, Willie Salim segera mencari jalan untuk meredakan ketegangan. Salah satu langkah yang ia tempuh adalah menemui Ustaz Derry Sulaiman, seorang pendakwah yang dikenal bijak dalam menangani isu-isu publik. Dalam pertemuan yang dibagikan melalui media sosial, Willie tampak kebingungan dengan larangan tersebut, terutama karena dirinya tengah membangun masjid di Palembang.

“Saya mau nanya pak, saya dikutuk, diharamkan,” tanya Willie dengan nada heran, seperti yang terlihat dalam unggahan Instagramnya pada Jumat (28/3/2025).

Advertisement

Ustaz Derry berusaha menenangkan Willie, meyakinkan bahwa reaksi keras itu hanyalah emosi sesaat dari masyarakat Palembang.

“Enggak, itu cuma emosi sesaat. Saya kenal orang Palembang baik. Saya juga sedang membangun masjid di Palembang. Yang penting bukan Willie yang menghina Palembang, enggak kan?” ujar Ustaz Derry.

Willie pun menegaskan bahwa ia sama sekali tidak pernah bermaksud menghina warga Palembang. Ia justru mengaku sangat menyukai kota tersebut, baik dari keramahan warganya maupun kuliner khasnya.

“Enggak pernah satu kata pun. Malahan saya senang datang ke Palembang, orang-orang sana baik, makanannya juga enak-enak,” jelasnya.

Baca Juga :  Willie Salim Kembali Masak Rendang, Kali Ini 1 Ton di Depok

Sultan Palembang Murka, Haramkan Willie Salim

Di sisi lain, kemarahan Kesultanan Palembang tetap tak mereda. Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin menilai bahwa konten yang dibuat Willie Salim telah merusak citra Palembang dan tidak mencerminkan adab yang baik.

“Titel saya selaku Panglima Besar untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, didampingi oleh ketua DPD dan putra mahkota, mewakili masyarakat Sumatera Selatan, menyatakan bahwa perbuatan Willie Salim tidak dapat diterima,” ujar Sultan Iskandar dalam pernyataan yang diunggah melalui TikToknya pada Selasa (25/3/2025).

Menurutnya, konten tersebut mengandung unsur penghinaan dan terkesan disengaja untuk mempermalukan warga Palembang dan umat Muslim.

“Yang kami tahu ini settingan untuk mempermalukan Muslim, mempermalukan masyarakat Palembang, dan masyarakat Sumatera Selatan,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Sultan Iskandar juga secara tegas melarang Willie Salim kembali ke Palembang.

“Willie Salim kami haramkan untuk datang kembali ke tanah Palembang, ke Bumi Sriwijaya. Konten yang anda buat hanyalah settingan,” tandasnya.

Sultan menuduh bahwa video kontroversial tersebut dibuat hanya demi keuntungan pribadi tanpa memikirkan dampak terhadap budaya dan kehormatan masyarakat setempat.

“Untuk mendapatkan pamor dan menggali pundi-pundi kekayaan untuk Anda pribadi, tanpa memikirkan adab,” tegasnya.

Lebih jauh, Sultan Iskandar menyayangkan tren media sosial yang semakin dipenuhi konten sensasional demi meraih popularitas. Menurutnya, platform digital seharusnya digunakan sebagai alat edukasi dan pelestarian budaya, bukan sebaliknya.

Baca Juga :  Agnez Mo Curhat soal Kasus Royalti, Tangisnya Tumpah Kenang Masa Kecil yang Penuh Perjuangan

“Kita harus menjaga budaya kita. Jangan sampai konten-konten seperti ini justru menenggelamkan identitas kita sendiri. Islam mengajarkan kasih sayang yang tulus, bukan sekadar konten demi pundi-pundi rupiah,” katanya.

Sultan juga meminta agar video yang telah viral itu segera dihapus.

“Kita juga meminta video tersebut untuk dihilangkan, ‘takedown’,” ujarnya.

Akankah Ada Jalan Damai?

Di tengah kontroversi yang terus bergulir, Sultan Iskandar masih membuka peluang untuk perdamaian. Ia memberikan satu syarat jika Willie Salim ingin memperbaiki keadaan: permintaan maaf yang tulus dan menunjukkan itikad baik.

“Kami siap memaafkan jika dia datang dengan niat baik, tetapi jangan sampai ada kejadian serupa di masa depan. Masyarakat Palembang menjunjung tinggi akhlak dan adat istiadat. Kita tidak bisa diam saja jika budaya kita direndahkan,” pungkasnya.

Kini, publik menanti langkah selanjutnya dari Willie Salim. Akankah ia segera meminta maaf dan memperbaiki kesalahpahaman ini? Atau justru kontroversi ini akan semakin berlarut? Yang jelas, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi para kreator konten agar lebih berhati-hati dalam berkarya di ranah digital.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel