Mengenal Biduran: Mitos, Fakta, dan Cara Mengatasinya

Biduran
Mengenal Biduran: Mitos, Fakta, dan Cara Mengatasinya (foto: istock)

TIMETODAY.ID Biduran, atau dalam istilah medis disebut urtikaria, kerap menimbulkan kekhawatiran bagi penderitanya. Bentol-bentol kemerahan yang muncul di kulit, disertai rasa gatal, sering kali dianggap sebagai penyakit menular. Namun, benarkah demikian?

Apakah Biduran Menular?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul terkait biduran adalah apakah kondisi ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya. Berdasarkan penelitian medis, biduran bukanlah penyakit menular. Artinya, seseorang yang mengalami biduran tidak akan menularkan kondisi ini melalui kontak fisik, seperti bersentuhan dengan kulit penderita.

Menurut Healthline, biduran merupakan respons tubuh terhadap pelepasan histamin dan zat kimia lainnya ke dalam aliran darah, yang biasanya dipicu oleh alergi, stres, atau faktor lingkungan tertentu.

Advertisement

Sebuah jurnal yang diterbitkan oleh American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI) juga menegaskan bahwa biduran terjadi akibat reaksi sistem imun yang berlebihan dan bukan karena infeksi yang dapat menyebar ke orang lain.

Baca Juga :  Dinkes Kabupaten Bogor Mencatat 3 Warga Suspek Cacar Monyet, 2 Negatif

Apa Penyebab Biduran?

Biduran bisa muncul secara tiba-tiba dan dipicu oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Reaksi alergi terhadap makanan tertentu, seperti telur, kacang-kacangan, dan makanan laut.
  • Penggunaan obat-obatan, termasuk antibiotik seperti penisilin dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Infeksi virus atau bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan atas.
  • Stres emosional, yang dapat memicu pelepasan zat kimia pemicu peradangan dalam tubuh.
  • Paparan suhu ekstrem, baik panas maupun dingin, serta tekanan fisik pada kulit.

Meskipun infeksi tertentu bisa memicu biduran, kondisi ini sendiri tidak menular dari satu individu ke individu lainnya.

Cara Mengatasi dan Mencegah Biduran

Untuk mengelola dan mencegah biduran agar tidak semakin parah, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

  • Menghindari pemicu yang diketahui, seperti makanan, obat-obatan, atau suhu ekstrem.
  • Menggunakan antihistamin yang direkomendasikan oleh dokter untuk mengurangi gejala.
  • Mengompres dengan kain dingin guna mengurangi rasa gatal dan peradangan.
  • Menjaga kesehatan mental dengan teknik relaksasi untuk mengurangi stres.
  • Berkonsultasi ke dokter jika biduran berlangsung lebih dari enam minggu atau disertai pembengkakan parah.
Baca Juga :  Panduan Memilih Ikan Laut Sehat yang Aman untuk Keluarga

Kesimpulan

Biduran bukanlah penyakit menular, melainkan reaksi sistem imun tubuh terhadap faktor pemicu tertentu. Dengan memahami penyebab dan cara pencegahannya, kondisi ini dapat dikelola dengan lebih baik. Jika gejalanya menetap atau semakin parah, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Dengan informasi yang akurat, masyarakat dapat lebih memahami biduran tanpa rasa khawatir yang berlebihan, serta dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi dan mencegahnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel