
TIMETODAY.ID, BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang diperkirakan segera tiba pada April. BPBD telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menyatakan bahwa berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, permintaan bantuan air bersih mulai meningkat dalam dua minggu setelah musim kemarau berlangsung. Untuk itu, BPBD telah menyiapkan kendaraan pengangkut air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
“Kita sudah mengkoordinasikan dengan bupati, kita akan mempersiapkan, biasanya kalau kemarau berselang dua minggu saja sudah ada permintaan bantuan air bersih,” ujar Ade, Rabu (26/3/2025).
Ade juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, kekeringan melanda 37 kecamatan di Kabupaten Bogor. Dampaknya bervariasi, dengan beberapa desa dan kampung terdampak cukup signifikan.
“Dampaknya bervariasi ya dulu, ada satu kecamatan yang satu desa, ada yang satu kampung tiga desa, ya cukup signifikan,” tuturnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD memastikan bahwa peralatan yang tersedia saat ini cukup memadai untuk menangani kondisi darurat akibat musim kemarau.
“Karenanya saya juga sudah mempersiapkan kendaraan-kendaraan bantuan pengangkutan air bersih,” tambahnya.
Dengan kesiapan ini, BPBD berharap dampak kekeringan dapat diminimalkan dan kebutuhan masyarakat, terutama air bersih, dapat segera terpenuhi saat musim kemarau tiba.
“Ya insyaallah alat-alat yang sekarang cukup untuk kita bergerak,” pungkas Ade.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel



































