Boikot Tesla Makin Meluas, Penjualan Anjlok dan Mobil Bekas Tak Laku

Tesla
Foto: AP/Alberto Pezzali

TIMETODAY.ID — Di tengah gemerlap industri otomotif listrik, Tesla kini menghadapi badai besar. Gelombang boikot terhadap perusahaan ini semakin menggila, tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga meluas ke berbagai belahan dunia. Showroom-showroom Tesla menjadi sasaran aksi protes, bahkan beberapa mengalami serangan langsung.

Pemicunya? Hubungan erat CEO Tesla, Elon Musk, dengan Presiden AS Donald Trump. Musk yang kini juga memimpin Lembaga Efisiensi Pemerintah (DOGE) bertindak sewenang-wenang dengan melakukan pemecatan besar-besaran terhadap pegawai negeri sipil serta membatalkan sejumlah program federal. Langkah-langkahnya memicu gelombang kemarahan, yang kini berakhir pada bisnis Tesla.

Dampak boikot ini begitu nyata. Penjualan Tesla merosot hingga 76% di beberapa negara. Tak hanya kehilangan calon pembeli, banyak pemilik Tesla pun memilih ‘membuang’ mobil mereka.

Advertisement

Menurut data dari platform inventaris mobil online Edmundsper 15 Maret 2025 , ” ungkap analis​, tren tukar tambah (trade-in) Tesla untuk menukar dengan merek lain mencapai rekor tertinggi pada Maret 2025. “Model Tesla keluaran 2017 hingga yang lebih baru kini mewakili 1,4% dari total trade-in per 15 Maret 2025,” ungkap analis Edmunds. Angka itu melonjak dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 0,4%.

Baca Juga :  5 Penyebab Cat Mobil Memudar dan Mengelupas, Jangan Abaikan!

Tren ini diprediksi belum mencapai puncaknya. “Kami membayangkan angka trade-in akan terus bertambah pada paruh kedua Maret 2025, setelah seluruh data trade-in selama sebulan penuh terkumpul,” tambah Edmunds.

Bahkan sejak Februari 2025, angka trade-in Tesla telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Angka trade-in sepanjang Februari tercatat 1,2%, sementara di paruh pertama Maret 2025 sudah melampaui angka bulan sebelumnya,” jelas Edmunds. Yang menarik, trade-in ini tidak dilakukan untuk menukar dengan model Tesla yang lebih baru, melainkan untuk beralih ke merek lain.

Baca Juga :  Lei Jun dan Strategi “Belajar dari Pesaing” yang Bikin Xiaomi Melonjak

Bukan hanya pasar mobil baru yang terdampak, harga Tesla bekas juga ikut anjlok. Data Edmunds menunjukkan minat beli Tesla telah mencapai titik terendah sejak Oktober 2022. Saat ini, hanya 1,8% dari total pembeli mobil yang berminat pada Tesla, turun jauh dari puncaknya pada November 2024 yang mencapai 3,3%.

Secara keseluruhan, harga jual Tesla bekas turun hingga 10% karena semakin sulit terjual. Penurunan ini jauh lebih tajam dibandingkan dengan mobil-mobil bekas dari merek lain.

Tesla kini berada di persimpangan jalan. Akankah perusahaan ini mampu bertahan menghadapi boikot global, atau justru akan tenggelam dalam badai kontroversi? Waktu yang akan menjawab.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel