Tragedi di Walking Street Pattaya: Turis Terluka Usai Bentrok dengan Seorang Transgender

Pattaya, kota wisata
Turis diserang brutal oleh transgender Thailand (Tangkapan LayarPattaya News)

TIMETODAY.ID Pattaya, kota wisata yang tak pernah tidur, kembali dihebohkan oleh sebuah insiden mengejutkan di Walking Street, salah satu pusat hiburan malam terkenal di Thailand. Sabtu dini hari (22/3/2025), sebuah pertengkaran antara seorang turis asing dan seorang wanita transgender berubah menjadi adegan kekerasan yang membuat banyak orang terpaku dalam ketidakpercayaan.

Dalam rekaman video yang beredar luas, seorang wanita transgender bertubuh tinggi tampak mengenakan pakaian berwarna krem dan sepatu hak tinggi. Ia terdengar meneriakkan kata-kata kasar kepada seorang pria yang diperkirakan berusia 45 hingga 55 tahun. Pria tersebut, yang mengenakan kaus hitam dan celana panjang krem sambil membawa kantong belanja plastik, terlihat kebingungan dan berusaha menjauh. Namun, situasi berubah drastis dalam hitungan detik.

Amarah memuncak, wanita transgender tersebut menendang pria itu sebelum melepaskan sepatu hak tingginya dan menggunakannya sebagai senjata. Sepatu tersebut dihantamkan berulang kali ke kepala dan tubuh pria malang itu. Turis itu sempat mencoba melarikan diri, namun serangan terus berlanjut. Sejumlah saksi mata yang melihat kejadian itu tak mampu berbuat apa-apa.

Advertisement
Baca Juga :  Rudy Susmanto Kukuhkan Pengurus KONI Kabupaten Bogor, Targetkan Prestasi Nasional

“Dia terus memukulinya berulang-ulang. Tidak ada yang berani menghentikannya,” ujar seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya.

Serangan itu akhirnya berakhir ketika wanita tersebut pergi meninggalkan lokasi. Pria asing itu tampak terhuyung dengan darah mengalir dari kepalanya di depan sebuah panti pijat dekat Soi 13/4. Para saksi menyebut bahwa pertengkaran itu bermula beberapa saat sebelumnya ketika wanita transgender itu mengikuti turis tersebut sambil meneriakkan hinaan.

Motif pertikaian masih belum jelas, tetapi seorang warga setempat menduga bahwa penyerang adalah bagian dari kelompok yang sering berulah di kawasan tersebut.

“Serangan-serangan seperti ini terjadi sepanjang waktu. Biasanya kelompok itu sama. Mereka menargetkan turis, dan ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginan mereka, mereka menyerang atau mencoba memeras,” ungkap seorang warga yang mengenal dinamika area Walking Street.

Baca Juga :  Menelusuri Negara-Negara yang Paling Jarang Dikunjungi Wisatawan di Dunia

Hingga saat ini, polisi belum mengonfirmasi apakah tersangka telah diidentifikasi atau ditangkap. Pria yang menjadi korban tidak mengajukan pengaduan resmi kepada pihak kepolisian, namun dilaporkan meminta bantuan dari petugas urusan khusus Pattaya sebelum akhirnya mencari perawatan medis.

Insiden ini terjadi di tengah upaya keras pihak berwenang menertibkan kawasan wisata. Sebelumnya, tindakan serupa dilakukan di Patong, Phuket, di mana sejumlah wanita transgender dituduh melakukan pelecehan terhadap wisatawan. Langkah ini pun menuai reaksi keras dari kelompok pegiat hak asasi manusia yang menilai adanya diskriminasi terhadap komunitas transgender.

Sementara itu, kejadian di Walking Street Pattaya ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlapnya dunia malam, ada sisi gelap yang tetap mengintai. Para wisatawan diimbau untuk selalu berhati-hati dan menghindari konflik yang dapat berujung pada insiden tak terduga seperti ini.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel