Masa Depan Kesehatan di Era AI: Ancaman atau Terobosan Bagi Dokter?

AI
Foto: Media gathering EMC Healthcare di Rumah Sakit EMC Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (25/3/2025).

TIMETODAY.ID — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini semakin merambah industri kesehatan di Indonesia.

Rumah sakit yang mengadopsi AI menawarkan sistem perawatan yang lebih cepat, efisien, dan akurat. Namun, kehadiran teknologi ini menimbulkan pertanyaan: apakah AI akan menggantikan peran dokter atau justru menjadi alat bantu yang mempermudah tugas mereka?

Salah satu inovasi terbaru datang dari EMC Healthcare, penyedia layanan kesehatan yang telah berkolaborasi dengan InterSystems, perusahaan penyedia teknologi data kreatif.

Advertisement

Kemitraan ini bertujuan untuk merevolusi pelayanan kesehatan dengan mengadopsi sistem rekam medis elektronik (EHR) generasi baru, InterSystems IntelliCare.

Transformasi Digital dalam Dunia Medis

Presiden Direktur EMC Group, Jusup Halimi, menekankan bahwa adopsi InterSystems IntelliCare bukan sekadar peningkatan teknologi, tetapi juga membawa perubahan mendasar dalam pelayanan kesehatan.

“Adopsi InterSystems IntelliCare ini bukan hanya peningkatan teknologi, tetapi memungkinkan perubahan mendasar dalam cara EMC akan memberikan layanan kesehatan. Dengan mengadopsi InterSystems IntelliCare, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan perawatan pasien di seluruh fasilitas kami. Kami juga melihat ini sebagai game changer, baik bagi pasien maupun penyedia layanan,” ujar Jusup dalam acara yang digelar di Rumah Sakit EMC Alam Sutera, Tangerang Selatan, Senin (24/3/2025).

Baca Juga :  Prabowo Mendarat di AS, Agendakan Pertemuan Bilateral dan Perundingan Dagang

Dalam lima tahun terakhir, EMC telah bertransisi dari sistem pencatatan berbasis kertas ke solusi berbasis AI.

Langkah ini membawa manfaat besar bagi tenaga medis maupun pasien, terutama dalam mengurangi beban administratif serta mengoptimalkan alur kerja rumah sakit.

AI: Mitra atau Pengganti Dokter?

Penerapan AI dalam dunia kesehatan memang menimbulkan pro dan kontra. Namun, para ahli menegaskan bahwa teknologi ini dirancang untuk membantu dokter, bukan menggantikan mereka.

Dengan analitik berbasis AI, keputusan klinis dapat dibuat dengan lebih akurat dan efisien. AI mampu memberikan wawasan prediktif, mendeteksi anomali, serta mempersonalisasi rencana perawatan pasien.

“AI adalah perubahan besar dalam teknologi kesehatan. Dengan fungsionalitas AI yang canggih dan puluhan tahun keandalan yang terbukti, InterSystems IntelliCare adalah pilihan yang jelas untuk memberikan solusi paling canggih bagi rumah sakit kami,” kata Jusup.

Kepala Informatika Medis di EMC, dr. Bella Desra Andae, menambahkan bahwa AI mampu menghemat waktu dokter dalam menangani rekam medis elektronik.

Sebelumnya, dokter harus menghabiskan waktu lima hingga sepuluh menit di depan layar untuk mencari data pasien, menganalisis diagnosis sebelumnya, hingga mengetik resep obat.

Dengan adanya InterSystems IntelliCare, tugas-tugas ini dapat diotomatisasi sehingga dokter dapat lebih fokus pada pasien.

Baca Juga :  Detak Jantung Naik Saat Lari Itu Wajar, Ini Cara Menjaganya Tetap Stabil

“Jadi sebelum ada teknologi yang baru ini banyak dokter menghabiskan waktu sekitar lima hingga 10 menit di depan layar, mencari rekam medis, diagnosa sebelumnya, hingga mengetik resep obat. Hadirnya InterSystems IntelliCare lebih menghemat waktu di depan layar dan meningkatkan pengalaman pasien dengan memungkinkan dokter tetap terlibat sepenuhnya dengan pasien, berkomunikasi lebih baik, dan meningkatkan kepercayaan,” jelas dr. Bella.

AI dan Masa Depan Kesehatan

Keberadaan AI dalam industri kesehatan bukanlah ancaman bagi tenaga medis, melainkan peluang untuk meningkatkan kualitas layanan. Dengan teknologi yang semakin maju, harapan akan sistem kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan efisien semakin nyata.

Para dokter dan tenaga medis pun dapat lebih fokus pada aspek kemanusiaan dalam perawatan pasien, sementara AI menangani tugas-tugas administratif dan analitis.

Seiring berjalannya waktu, integrasi AI dalam layanan kesehatan di Indonesia diprediksi akan semakin luas. Dengan pendekatan yang tepat, AI bukan hanya akan membantu dokter, tetapi juga membawa revolusi besar dalam dunia medis, menjadikannya lebih modern, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel