Wabup Bogor Buka Pesantren Kilat dan I’tikaf Ramadan 1446 Hijriah di Cibinong

Pesantren kilat
Acara kegiatan Pesantren Kilat dan I’tikaf Ramadhan 1446 H tingkat Kabupaten Bogor yang digelar di Masjid Baitul Faidzin, Cibinong, Senin (24/3/2025). Foto : Ist.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan dengan optimal oleh berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman keagamaan di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah melalui kegiatan Pesantren Kilat dan I’tikaf Ramadan 1446 Hijriyah yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Jaro Ade, di Masjid Baitul Faidzin, Cibinong,  Senin (24/3/2025).

Acara yang diinisiasi oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) PC Cibinong ini diikuti oleh 150 peserta dari 23 kecamatan dan berbagai kalangan, termasuk remaja, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi para peserta untuk memperdalam ilmu agama serta memperkuat kesadaran mereka dalam mengamalkan ajaran Islam di kehidupan sehari-hari.

Advertisement

Jaro Ade mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dan menekankan bahwa pesantren kilat serta i’tikaf memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Ia juga menyampaikan pesan dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Baca Juga :  PT BIS Bantah Serobot Tanah Warga, Kuasa Hukum : Sudah Inkrah

“Kegiatan pesantren kilat dan i’tikaf ini sejalan dengan visi-misi kami. Harapannya, melalui kegiatan ini akan lahir calon-calon kiai, ustaz, serta santri-santri yang istimewa,” ujar Jaro Ade.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dalam menuntut ilmu, kualitas jauh lebih penting dibandingkan kuantitas. Menurutnya, jumlah peserta yang hadir bukanlah hal utama, melainkan seberapa besar komitmen mereka dalam istiqomah mencari ilmu.

“Tidak perlu berkumpul dalam jumlah besar, yang terpenting adalah memiliki tekad untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu yang diberikan oleh para guru. Dengan begitu, kita dapat bersama-sama mewujudkan Kabupaten Bogor yang istimewa menuju gemilang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DMI PC Cibinong, Ilham Wahyudi, menyoroti pentingnya membangun kesadaran dalam memahami ilmu agama. Ia menegaskan bahwa memiliki pengetahuan saja tidak cukup, tetapi harus disertai dengan pemahaman mendalam agar ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan secara tepat.

Baca Juga :  Atap Rumah Warga Ciomas Ambruk Diterjang Hujan dan Angin Kencang

“Kalau bicara pintar, semua orang bisa pintar. Kalau bicara ilmu, semua orang bisa berilmu. Tapi pertanyaannya, apakah seseorang sudah sampai pada tahap memahami dan menyadari ilmunya?” ujarnya.

Menurut Ilham, seseorang yang benar-benar memahami ilmunya akan tahu bagaimana menggunakannya untuk kebaikan. Oleh karena itu, pesantren kilat ini bukan hanya sekadar kegiatan belajar, tetapi juga sarana untuk membentuk kesadaran dalam mengamalkan ilmu agama di kehidupan sehari-hari.

“Selama tiga hari ini, kami ingin membangun kesadaran para peserta agar setelah mereka kembali ke masyarakat, baik sebagai remaja maupun sebagai tokoh agama, mereka dapat menularkan ilmu yang dimiliki serta menyadarkan orang lain akan pentingnya ilmu agama,” tuntasnya.

Editor : B. Supriyadi 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel