Pemkab Bogor Gagas Reboisasi Kawasan Puncak untuk Cegah Banjir dan Longsor

Puncak
Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor menggagas program reboisasi di kawasan wisata Puncak, khususnya di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung, sebagai upaya mitigasi bencana banjir dan longsor.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan bahwa program ini diawali dengan pengajuan surat permohonan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 dan PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP) pada 11 Maret 2025 untuk penyediaan lahan penghijauan.

“Tindakan nyata ini bertujuan untuk mengatasi dampak lingkungan akibat aliran air permukaan yang berlebihan,” ujar Ajat, Sabtu (22/3/2025).

Advertisement
Baca Juga :  Gempa Berkekuatan 6,2 Magnitudo Terjadi di Yalimo, Tidak Picu Tsunami

Program ini didukung oleh Kementerian Kehutanan serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang terlibat langsung dalam penanaman vegetasi guna mengurangi risiko erosi dan meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan.

Sebagai tahap awal, sekitar 3 hektare lahan di Desa Tugu Selatan dan Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, serta Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, akan ditanami pohon. Selain itu, reboisasi juga akan dilakukan di hulu DAS Cileungsi untuk menekan risiko banjir di wilayah Bekasi dan sebagian timur Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Lomba Profil Desa Tahun 2023, Berikut Pemenangnya

Pemkab Bogor mengusung dua pendekatan dalam program ini, yakni reboisasi di kawasan hulu DAS Ciliwung dan Cileungsi, serta penanaman pohon di 40 kecamatan dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN).

“Penghijauan ini adalah bagian dari upaya mitigasi bencana. Dengan mengurangi limpasan permukaan, kita dapat mengendalikan risiko banjir dan erosi secara lebih efektif,” tutup Ajat.

Editor : B. Supriyadi 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel