TIMETODAY.ID — Bagi penggemar UFC, bentuk telinga yang aneh dan tampak menonjol pada para petarung mungkin sudah menjadi pemandangan biasa. Namun, kondisi yang dikenal sebagai cauliflower ear atau telinga kembang kol ini bukan sekadar tanda perjuangan di arena. Di baliknya, ada kisah cedera dan trauma berulang yang membuat telinga berubah bentuk secara permanen.
Dampak Cedera Berulang pada Telinga
Cauliflower ear terjadi akibat pukulan, benturan, atau gesekan keras yang terus-menerus mengenai daun telinga saat latihan dan pertandingan. Cedera ini dapat menyebabkan pembuluh darah di telinga pecah, sehingga darah menumpuk di antara kulit dan tulang rawan, membentuk hematoma. Jika tidak segera dikeringkan atau diobati, aliran darah ke tulang rawan akan terganggu, membuatnya mati dan akhirnya mengalami deformasi menyerupai kembang kol.
“Cedera seperti ini sering terjadi pada atlet yang berlatih dalam olahraga kontak fisik seperti gulat, tinju, dan MMA,” kata seorang ahli kesehatan olahraga.
Lebih dari Sekadar Perubahan Bentuk
Tak hanya mengubah tampilan telinga, kondisi ini juga bisa memicu berbagai komplikasi kesehatan. Cauliflower ear dapat menyebabkan nyeri, infeksi, bahkan gangguan pendengaran jika dibiarkan tanpa perawatan medis yang tepat. Oleh karena itu, para petarung disarankan untuk segera mendapatkan penanganan ketika mengalami cedera telinga.
Untuk mencegah kondisi ini, penggunaan pelindung kepala saat latihan dan bertanding sangat dianjurkan. Alat pelindung ini dapat mengurangi risiko benturan langsung yang dapat menyebabkan trauma pada telinga.
Antara Kebanggaan dan Risiko Kesehatan
Menariknya, beberapa petarung UFC justru menganggap telinga kembang kol sebagai simbol ketangguhan dan pengalaman bertarung. Bagi mereka, bentuk telinga yang tidak biasa ini adalah bukti bahwa mereka telah melalui banyak pertarungan sengit di atas ring.
Namun, meski dianggap sebagai “lencana kehormatan” di dunia bela diri, dampak kesehatan jangka panjang dari cauliflower ear tetap perlu diperhatikan. Oleh karena itu, perawatan dan langkah pencegahan tetap menjadi hal penting bagi atlet yang bergelut di dunia olahraga kontak fisik.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































