TIMETODAY.ID — Di balik gemerlap panggung dan kejayaan sebagai salah satu penyanyi R&B terbaik Korea Selatan, Wheesung menyimpan kisah yang lebih kompleks dari sekadar musik. Pada Senin (10/3), dunia hiburan dikejutkan oleh kabar kepergiannya. Pria bernama asli Choi Whee-sung itu ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Seoul, Korea Selatan. Agensinya, Ostrich Entertainment, mengonfirmasi bahwa ia meninggal dunia akibat serangan jantung.
“Ini Ostrich Entertainment. Kami mohon maaf untuk menyampaikan berita yang memilukan ini,” ungkap pihak agensi dalam pernyataan resmi mereka. “Pada tanggal 10 Maret, artis kami Wheesung meninggalkan kita. Ia ditemukan di rumahnya dalam kondisi serangan jantung dan meninggal dunia.”
Kabar ini meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga tetapi juga para penggemar yang telah lama mendukung kariernya. “Para artis dan eksekutif perusahaan kami turut berduka cita bersama keluarga mendiang. Sungguh menyedihkan untuk menyampaikan berita duka ini kepada para penggemarnya yang telah menunjukkan begitu banyak dukungan dan cinta kepadanya. Mohon doakan agar almarhum dapat beristirahat dengan tenang.”
Perjalanan Karier: Dari Grup Musik hingga Ikon R&B
Lahir pada 5 Februari 1982, Wheesung mengawali kariernya di industri musik sejak 1997 sebagai anggota grup tari dan grup musik. Namun, bakatnya sebagai solois mulai bersinar ketika ia bergabung dengan M Boat, sub-label YG Entertainment, pada tahun 2000. Dua tahun berselang, ia merilis album debutnya Like A Movie (2002), yang langsung mendapat sambutan positif dari pecinta musik.
Suara khas dan lirik emosionalnya menjadikannya salah satu penyanyi R&B paling dihormati di Korea Selatan. Ia kemudian melanjutkan suksesnya dengan sederet album seperti .
- It’s Real (2003)
- For the Moment (2004)
- Love… Love…? Love…! (2005)
- Eternal Essence of Music (2007)
- Vocolate (2009)
Tak hanya produktif merilis album, Wheesung juga melahirkan karya dalam bentuk lima album mini (EP), di antaranya
- With All My Heart and Soul (2008),
- They Are Coming (2011),
- The Best Man (2014),
- Transformation (2016),
- In Space (2018).
Setelah menjalani wajib militer pada 2011 hingga 2013, Wheesung sempat berpindah-pindah label sebelum akhirnya mendirikan perusahaan musiknya sendiri, Realslow Company, pada 2017. Ia tetap aktif berkarya hingga tahun-tahun terakhir kehidupannya.
Bayang-Bayang Kontroversi dan Perjuangan Pribadi
Di balik kesuksesan di dunia musik, Wheesung juga menghadapi masa-masa sulit. Pada 2020, ia sempat ditemukan tak sadarkan diri di sebuah kamar mandi di kawasan Songpa, Seoul. Di dekatnya, ditemukan kantong plastik, beberapa selang, serta botol berisi cairan yang memicu dugaan penyalahgunaan obat-obatan.
Saat itu, Wheesung langsung dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. Namun, hasil tes menunjukkan bahwa ia negatif dari zat terlarang. Insiden ini terjadi hanya berselang satu pekan setelah ia kembali dilaporkan atas dugaan penyalahgunaan propofol berulang.
Kisah hidupnya yang penuh warna kini telah mencapai akhirnya. Namun, suara emas Wheesung akan tetap dikenang dalam setiap lirik dan melodi yang pernah ia ciptakan. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam, tetapi juga warisan musik yang tak akan pernah pudar.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































