TIMETODAY.ID — Sebuah video yang mengungkap dugaan kecurangan dalam kemasan minyak goreng MinyaKita baru-baru ini viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak sebuah botol MinyaKita berlabel 1 liter ternyata hanya berisi sekitar 750 ml. Temuan ini sontak memicu reaksi publik, terutama para konsumen yang merasa dirugikan.
Kecurangan dalam produk kebutuhan pokok bukanlah hal baru, namun kejadian ini semakin memperparah keresahan masyarakat setelah sebelumnya mencuat dugaan praktik pengoplosan bahan bakar minyak (BBM). Kini, minyak goreng bersubsidi yang seharusnya membantu rakyat justru diduga tidak sesuai takaran.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman turun langsung ke Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, untuk menindaklanjuti temuan ini. Dalam inspeksinya, ia bahkan menemukan MinyaKita palsu beredar di pasaran.
Tak hanya itu, harga jual produk ini juga melebihi batas yang ditetapkan pemerintah. MinyaKita kemasan 1 liter ditemukan dijual seharga Rp 18.000, padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku seharusnya Rp 15.700.
“Kita tidak akan membiarkan masyarakat dirugikan. Minyak goreng ini untuk rakyat, dan harus sesuai aturan,” ujar Amran dalam kunjungannya.
Temuan ini menambah daftar panjang permasalahan distribusi bahan pokok di Indonesia. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas agar kasus serupa tidak terulang kembali.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































