Google Doodle dan Jejak Panjang Perempuan di Dunia STEM

Google Doodle
Google Doodle hari perempuan sedunia.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pagi ini, saat membuka mesin pencari Google, sebuah ilustrasi istimewa menyambut para pengguna. Google Doodle hari ini, Sabtu (8/3/2025), merayakan Hari Perempuan Sedunia dengan menampilkan ikon-ikon perempuan yang berjasa dalam dunia STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika).

Ilustrasi tersebut bukan sekadar hiasan. Ia adalah penghormatan bagi para perempuan luar biasa yang telah berkontribusi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, mulai dari eksplorasi ruang angkasa, arkeologi, hingga penelitian laboratorium.

Melalui karya seni ini, Google menegaskan betapa besar peran perempuan dalam membentuk pemahaman manusia tentang fisika, kimia, dan biologi—sebuah pencapaian yang sering kali masih kurang mendapat pengakuan yang layak.

Advertisement

Merayakan Hak dan Kesetaraan Perempuan

Tahun ini, peringatan Hari Perempuan Sedunia mengusung tema “For ALL Women and Girls: Rights, Equality, Empowerment” atau “Untuk SEMUA Perempuan dan Anak Perempuan: Hak, Kesetaraan, Pemberdayaan”. Tema ini mengajak dunia untuk merenungkan perjalanan panjang perjuangan perempuan dalam meraih hak-haknya, sekaligus memperkuat komitmen terhadap kesetaraan gender.

Sejak dahulu, perempuan telah menjadi motor penggerak perubahan di berbagai bidang, meskipun sering kali harus menghadapi berbagai tantangan. Dari Marie Curie yang merevolusi dunia fisika dan kimia hingga Rosalind Franklin yang berjasa dalam penemuan struktur DNA, dunia STEM memiliki banyak tokoh perempuan yang karyanya berdampak besar bagi umat manusia.

Baca Juga :  Google Doodle Hari Ini Tampilkan Masakan Tradisional Rendang, Simbol Kekayaan Kuliner Indonesia

Namun, sejarah mencatat bahwa perempuan sering kali harus berjuang keras untuk mendapatkan pengakuan atas kontribusinya.

Jejak Sejarah Hari Perempuan Sedunia

Peringatan Hari Perempuan Sedunia bukanlah perayaan yang muncul begitu saja. Akar sejarahnya dapat ditelusuri sejak awal 1900-an, ketika perempuan mulai bersuara menuntut hak-hak mereka. Salah satu momen penting terjadi pada tahun 1908, ketika sekitar 15.000 perempuan turun ke jalan di New York City, menuntut kondisi kerja yang lebih baik, hak memilih, serta kesetaraan dalam dunia kerja.

Perjuangan panjang ini terus berlanjut hingga akhirnya, pada tahun 1975, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mulai memperingati Hari Perempuan Sedunia. Sejak saat itu, setiap tahunnya PBB menetapkan tema khusus untuk merayakan pencapaian perempuan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender.

Baca Juga :  Mengenang Tokoh dan Sejarah Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Di Amerika Serikat, Presiden Barack Obama bahkan menetapkan bulan Maret sebagai “Women’s History Month” pada tahun 2011, bertepatan dengan peringatan 100 tahun Hari Perempuan Sedunia di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss.

Google Doodle: Mengingat, Menghargai, dan Menginspirasi

Bukan kali ini saja Google Doodle mengangkat tema Hari Perempuan Sedunia. Pada tahun 2023 dan 2024, Google juga menampilkan ilustrasi yang menyoroti pencapaian perempuan di berbagai bidang. Langkah ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kontribusi perempuan dalam membangun dunia yang lebih maju dan setara.

Hari Perempuan Sedunia bukan sekadar peringatan, tetapi juga momentum refleksi. Sudah sejauh mana dunia memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang? Apakah masih ada hambatan yang menghalangi mereka mencapai potensi penuh?

Hari ini, Google Doodle mengingatkan kita bahwa sejarah dipenuhi oleh kisah-kisah perempuan luar biasa yang telah mengubah dunia. Dan esok, mungkin giliran kita untuk melanjutkan perjuangan mereka. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel