Cerita Sudin Gemer, Mantan Penambang Emas yang Kini Sukses Beternak Domba

Penambang emas
Ilustrasi/freepik.com

TIMETODAY.ID, BOGOR – Di balik rimbunnya hutan Gunung Pongkor, tersembunyi kisah perjuangan seorang mantan gurandil (penambang emas liar) yang kini menemukan jalan baru sebagai peternak domba sukses.

Sudin Gemer, pria asal Kampung Babakan Cengkeh, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, membuktikan bahwa perubahan hidup adalah mungkin, meski harus melalui banyak tantangan.

Perjalanan Meninggalkan Dunia Tambang

Advertisement

Menjadi gurandil selama bertahun-tahun memberikan pemasukan besar bagi Sudin. Namun, kehidupan di bawah bayang-bayang razia aparat dan risiko kecelakaan tambang membuatnya merenung.

Setelah tambang ilegal di Gunung Pongkor ditertibkan, ia dan banyak rekan seprofesinya dihadapkan pada pilihan sulit: mencari pekerjaan lain atau tetap bertaruh nyawa di dunia tambang ilegal.

“Setelah tambang ilegal ditertibkan, kami merasa berat melepas profesi sebagai gurandil. Namun, kami sadar, kami harus mencari usaha lain,” ujar Sudin.

Baca Juga :  Ini Alasan Jaro Ade Bela Penambang Emas Tradisional di Nanggung

Dengan tekad kuat, ia memilih jalan baru sebagai peternak domba. Meski awalnya minim pengalaman, ia berusaha keras untuk belajar.

Tantangan pertama yang dihadapinya adalah memahami cara beternak, mulai dari pakan, kesehatan ternak, hingga pemasaran.

Merintis dari Nol Hingga Sukses

Sudin tidak sendirian dalam perjalanannya. Ia bergabung dengan kelompok peternak Jaro Farm, yang kini mengelola ratusan domba. Dengan pendampingan dan kerja keras, ia berhasil mengembangkan usaha ternaknya yang kini memiliki ratusan ekor domba.

Dari awalnya hanya memiliki puluhan ekor, kini Sudin mampu meraup omzet hingga Rp 400 juta per tahun. Meski hasilnya belum sebesar saat menjadi gurandil, ia lebih memilih ketenangan dan keberlanjutan usaha dibandingkan keuntungan sesaat.

Baca Juga :  Kucing Berperilaku Seperti Anjing, Kang Mus Ditangkap  Polisi

“Tambang emas bisa habis, tetapi beternak atau bertani akan selalu ada selama kehidupan terus berjalan,” katanya.

Dari Eksploitasi Alam ke Keberlanjutan

Perubahan yang dialami Sudin dan rekan-rekannya mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Luki Abdullah, peneliti dari IPB University, menyebut langkah ini sebagai contoh nyata keberlanjutan ekonomi bagi masyarakat sekitar tambang.

“Saya kira ini kemajuan besar. Masyarakat harus dibina agar tidak terus bergantung pada tambang. Sumber daya tambang pasti ada akhirnya, sementara kehidupan harus terus berjalan,” ujar Luki.

Menurutnya, pemanfaatan lahan bekas tambang untuk pertanian dan peternakan adalah solusi ideal. Domba Jaro Farm kini menjadi model peternakan yang diharapkan bisa ditiru di berbagai daerah lain di Jawa Barat. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel