Tenggak Miras Oplosan, 4 Warga Bogor Meninggal, 1 Kritis

Miras oplosan
Ilustrasi.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Kasus peredaran minuman keras atau miras oplosan kembali merenggut nyawa. Di Bogor Tengah, Kota Bogor, empat orang meninggal dunia usai mengonsumsi miras oplosan, sementara satu lainnya masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Agustinus Manurung, mengungkapkan bahwa para korban meninggal dunia pada Sabtu (8/2/2025) dan Minggu (9/2/2025). Mayoritas korban berasal dari wilayah Tegallega, Bogor Tengah, Kota Bogor.

“Korban sebagian meninggal di RS PMI dan RS Mulia, dan ada yang telah dimakamkan,” ujar Agustinus.

Advertisement

Para korban yang meninggal diketahui berinisial MR, H, Y, dan I alias C.

Sementara itu, aparat kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan seorang penjual miras berinisial S. Pelaku kini tengah diperiksa secara intensif di Polsek Bogor Tengah.

Baca Juga :  Gudang Miras Ilegal di Bogor Digerebek Polisi, 5 Orang Ditangkap

“Telah mengamankan penjual miras inisial S. Selanjutnya, pelaku diamankan di Polsek Bogor Tengah dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan,” kata Agustinus.

Kasus kematian akibat miras oplosan bukanlah hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, insiden serupa telah merenggut ratusan nyawa di berbagai daerah.

Miras oplosan sering kali dibuat dengan mencampurkan alkohol dengan bahan berbahaya lainnya seperti metanol, yang bisa menyebabkan keracunan parah hingga kematian.

Menurut data Kementerian Kesehatan, konsumsi miras oplosan dapat menyebabkan efek samping serius, mulai dari gangguan penglihatan, gagal organ, hingga kematian mendadak.

Baca Juga :  4 Petugas KPPS di Kabupaten Bogor Meninggal Dunia, 10 Lainnya Sakit 

Meskipun aparat kepolisian kerap melakukan razia terhadap peredaran miras oplosan, nyatanya praktik ini masih marak terjadi. Penjual sering berpindah tempat atau menjual secara sembunyi-sembunyi, sehingga sulit diberantas sepenuhnya.

Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi pemicu tingginya konsumsi miras oplosan. Harga yang jauh lebih murah dibandingkan minuman beralkohol resmi membuat miras oplosan tetap diminati, terutama di kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta memperketat regulasi terkait peredaran miras oplosan.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang bahaya konsumsi miras oplosan juga menjadi langkah penting untuk menekan angka korban. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel