Hery Antasari Kawal Ketat Transisi Jelang Pelantikan Dedie-Jenal

Hery Antasari
PJ Wali Kota Bogor, Hery Antasari saat menghadiri peringatan Hari Pers Nasional 2025 di Mako PWI Kota Bogor, Minggu (9/2/2025).

TIMETODAY.ID, BOGOR – Menjelang pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor terpilih, Dedie Rachim dan Jenal Mutakin, Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, menegaskan akan mengawal ketat proses transisi pemerintahan.

Hery memastikan bahwa alih wewenang dan tugas berjalan dengan lancar agar pemerintahan baru bisa langsung efektif dalam bekerja dan melayani masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Hery saat menghadiri peringatan Hari Pers Nasional 2025 di Mako Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor pada Minggu (9/2/2025). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya memastikan transisi yang mulus sebelum masa tugasnya berakhir.

Advertisement

Hery menyatakan bahwa Kota Bogor memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan dengan daerah lain. Dengan kompleksitas persoalan perkotaan yang terus berkembang, ia menilai bahwa kesiapan pemerintahan baru menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas dan efektivitas pelayanan publik.

“Bogor ini memiliki tantangan tersendiri, dari sektor infrastruktur, tata kota, hingga pelayanan publik. Oleh karena itu, proses transisi harus benar-benar dipersiapkan dengan matang,” ujar Hery.

Sebagai langkah antisipasi, ia telah meminta pembentukan tim transisi sejak Desember 2024. Tim ini bertugas menjembatani komunikasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan wali kota dan wakil wali kota terpilih. Namun, karena Dedie Rachim masih menunggu kepastian pelantikan, proses transisi baru mulai berjalan secara efektif sejak Januari 2025.

Baca Juga :  Babak Baru BUMN: DPR Resmi Mengesahkan Perubahan Keempat UU BUMN

Meski tim transisi sudah bekerja, Hery mengakui masih ada sejumlah kendala yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah penyesuaian terhadap perubahan jadwal pelantikan, yang membuat beberapa program percepatan tertunda.

“Kemarin ada rencana percepatan, tetapi dengan pengunduran jadwal pelantikan, masih ada waktu untuk menuntaskan transisi ini. Saya berharap komunikasi antara tim transisi dan Pemkot Bogor tetap berjalan baik hingga semua proses rampung,” kata Hery.

Kendala lainnya adalah harmonisasi antara program yang sudah berjalan dengan visi-misi wali kota terpilih. Sebagai Pj Wali Kota, Hery memastikan bahwa program yang sedang berjalan tetap sejalan dengan kebijakan pemerintahan mendatang, sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam implementasi kebijakan.

Hery menegaskan bahwa meskipun masa jabatannya hampir berakhir, ia tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas pemerintahan.

Dengan demikian, ia berharap Dedie Rachim dan Jenal Mutakin bisa langsung bekerja dengan efektif setelah dilantik, tanpa perlu melakukan penyesuaian yang terlalu lama.

Baca Juga :  Raker Ke-1 Forum UMKM IKM Kabupaten Bogor Bahas Program Satu Tahun

“Kami ingin memastikan tidak ada kekosongan kebijakan yang bisa menghambat pelayanan publik. Oleh karena itu, koordinasi harus terus diperkuat agar semua berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Dengan sisa waktu sekitar 11 hari menuju pelantikan, proses transisi di Kota Bogor menjadi salah satu perhatian utama. Langkah-langkah yang diambil saat ini akan menentukan kelancaran roda pemerintahan ke depan, sekaligus memastikan bahwa masyarakat tetap mendapatkan pelayanan terbaik tanpa hambatan.

Sebagai bagian dari akhir masa jabatannya, Hery berharap pemerintahan Dedie Rachim dan Jenal Mutakin dapat membawa perubahan positif bagi Kota Bogor.

Selain itu, ia juga mengajak semua pihak untuk terus mendukung kepemimpinan baru, demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh warga Bogor.

“Transisi ini bukan sekadar pergantian pemimpin, tetapi juga momentum untuk menyempurnakan kebijakan dan menghadirkan inovasi baru yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan pengawalan ketat dari Pj Wali Kota, proses transisi diharapkan berjalan lancar, sehingga pemerintahan baru dapat langsung bekerja tanpa kendala berarti. Kini, semua mata tertuju pada 11 hari ke depan, saat Bogor bersiap menyambut pemimpin barunya. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel