TIMETODAY.ID, SODERTALJE – Salwan Momika, pria asal Irak yang dikenal karena aksi pembakaran Al-Qur’an di Swedia, ditemukan tewas dengan luka tembak di apartemennya di Hovsjo, Södertälje, Swedia, pada Rabu (29/1/2025) malam waktu setempat. Kepolisian Swedia telah menangkap beberapa tersangka yang diduga terkait dengan kasus ini dan masih terus melakukan penyelidikan.
Sebelumnya, Pengadilan Distrik Stockholm dijadwalkan membacakan putusan kasus yang melibatkan Momika pada Kamis (30/1/2025), namun agenda tersebut dibatalkan setelah pihak berwenang mengonfirmasi kematiannya.
Salwan Momika lahir di Irak dan pernah bergabung dengan Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) dalam melawan ISIS. Ia mengajukan suaka ke Jerman pada 2017 sebelum pindah ke Swedia dan terdaftar sebagai pengungsi.
Momika mulai menarik perhatian dunia pada 2023 setelah membakar Al-Qur’an dalam aksi protes yang memicu ketegangan diplomatik antara Swedia dan negara-negara Muslim.
Badan Imigrasi Swedia sempat memutuskan untuk mendeportasinya, namun keputusannya tertunda karena alasan keamanan. Momika mengaku sering menerima ancaman dan berpindah tempat tinggal demi keselamatannya.
Hingga saat ini, motif dan identitas pelaku penembakan masih dalam penyelidikan. Kematian Momika menambah tekanan terhadap kebijakan kebebasan berekspresi di Swedia, terutama dalam konteks aksi yang memicu ketegangan sosial dan politik. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































