TIMETODAY.ID – Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, mengaku terkejut mengetahui besarnya anggaran pergantian bohlam dan listrik Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat yang mencapai Rp 5,7 miliar.
Hal tersebut diungkapkannya dalam pertemuan dengan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, seperti ditayangkan di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada Kamis (23/1/2025).
Dilihat timetoday.id, Selasa (28/1/2025) dalam pertemuan itu, Herman Suryatman melaporkan anggaran dari sejumlah perangkat daerah, termasuk Disdik Jabar.
Dalam laporan tersebut, diketahui biaya untuk pergantian bohlam dan listrik di Disdik Jabar mencapai angka fantastis Rp 5,7 miliar.
“Apakah kantor Disdik Jabar sebesar Gedung Sate sehingga membutuhkan anggaran listrik sebesar itu?” ujar Dedi.
Ia menambahkan, anggaran tersebut mencakup kebutuhan seperti pergantian bohlam, kabel, dan jaringan listrik.
“Kantor Disdik lebih kecil dari Gedung Sate, jadi seharusnya anggaran untuk listrik tidak sebesar itu,” tegasnya.
Dedi memastikan akan memeriksa lebih lanjut mengenai kewajaran anggaran tersebut dan meminta kepala dinas beserta timnya untuk memberikan penjelasan.
Tak hanya itu, Dedi juga menyoroti anggaran penggunaan air di kantor cabang dinas dan UPTD pendidikan yang mencapai Rp 6,7 miliar per tahun atau sekitar Rp 400 juta per bulan.
“Tagihan air sebesar itu? Jika benar tagihan air PDAM mencapai Rp 400 juta per bulan, saya ingin tahu, mandi pakai apa mereka?” sindirnya.
Dedi menekankan, anggaran penggunaan air di sekolah sebenarnya dapat ditutupi melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS), sehingga tidak seharusnya menjadi bagian dari laporan dinas pendidikan.
Ia meminta agar anggaran dengan jumlah tidak wajar tersebut dikaji ulang. Dedi juga mencurigai adanya ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran tersebut. “Laporan ini harus ditelaah lagi karena tidak masuk akal,” tutupnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































