TIMETODAY.ID – Gagasan untuk menerapkan sistem kerja work from anywhere (WFA) kembali mencuat setelah Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengusulkan agar pemerintah dan sektor swasta mulai menerapkannya menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2025.
Usulan ini dilatarbelakangi oleh upaya mengantisipasi potensi kepadatan akibat dua hari raya besar yang akan berlangsung berdekatan, yaitu Hari Raya Nyepi pada 29 Maret 2025 dan Idulfitri yang diperkirakan jatuh pada 31 Maret hingga 1 April 2025.
Sistem kerja WFA sebenarnya sudah banyak dikenal sejak pandemi Covid-19, terutama di lingkungan perusahaan rintisan (startup). Hingga kini, banyak organisasi yang tetap menerapkan WFA karena fleksibilitas yang ditawarkannya.
Lalu, apa sebenarnya WFA, serta apa saja keuntungan dan kekurangannya? Berikut ulasannya.
Pengertian WFA
Work from anywhere (WFA) adalah sistem kerja yang memungkinkan karyawan bekerja dari lokasi pilihan mereka.
Berbeda dengan konsep work from home (WFH) yang membatasi pekerjaan hanya dari rumah, WFA memberikan fleksibilitas lebih luas.
Dengan WFA, karyawan dapat mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Sistem ini juga diyakini dapat meningkatkan produktivitas, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari kantor.
Namun, WFA tidak dapat diterapkan di semua jenis industri. Perusahaan berbasis kreatif atau teknologi, misalnya, lebih mudah mengadopsi sistem ini karena kebutuhan interaksi langsungnya relatif kecil.
Pekerjaan seperti desainer grafis, penulis konten, atau profesional HR menjadi contoh yang cocok dengan WFA.
Kelebihan WFA
- Menghemat waktu dan biaya
- Karyawan tidak perlu mengalokasikan waktu dan dana untuk perjalanan ke kantor. Waktu yang dihemat bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif lain, seperti olahraga atau mengurus keperluan rumah tangga.
Lebih fleksibel
Sistem ini memungkinkan karyawan bekerja tanpa tekanan aturan berpakaian atau formalitas kantor. Karyawan juga bebas memilih suasana kerja yang nyaman, seperti sambil menikmati kopi atau mendengarkan musik.
Menghindari kebosanan
Dengan bekerja di lokasi yang berbeda, seperti kafe atau co-working space, suasana monoton dapat dihindari. Hal ini dapat memacu semangat dan kreativitas.
Kekurangan WFA
- Komunikasi yang kurang optimal
- Meski teknologi memudahkan kolaborasi jarak jauh, komunikasi langsung tetap lebih efektif. Risiko terjadinya miskomunikasi juga lebih tinggi, yang dapat memengaruhi kinerja tim.
Banyak distraksi
Lingkungan luar kantor seringkali memiliki gangguan, seperti kebisingan atau tanggung jawab rumah tangga. Tanpa pengawasan langsung, karyawan mungkin kesulitan menjaga fokus.
Tantangan dalam disiplin diri
Fleksibilitas yang tinggi menuntut karyawan untuk lebih mandiri mengatur waktu kerja. Bagi mereka yang kurang disiplin, pekerjaan bisa tertunda atau bahkan tidak selesai tepat waktu.***








































