Giffari Naufal Arisma Putra Rencanakan Mergerisasi Usaha di Februari 2025

Giffari Naufal Arisma Putra
Giffari Naufal Arisma Putra. Foto : Ist.

TIMETODAY.ID, MATARAMGiffari Naufal Arisma Putra, seorang pebisnis muda asal Lombok, NTB, tengah merencanakan proses mergerisasi beberapa usahanya. Giffari, yang juga pendiri dan direktur PT Giffari Group Indonesia, bertujuan untuk menggabungkan usaha-usaha yang dikelola melalui langkah strategis ini.

Mergerisasi merupakan penggabungan dua atau lebih perusahaan menjadi satu entitas baru dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing di pasar.

Rencana ini akan dimulai pada bulan Februari 2025. Giffari menyatakan bahwa proses mergerisasi akan mencakup usaha-usaha yang meliputi bidang periklanan dan media berita digital yang baru saja didirikannya.

Advertisement
Baca Juga :  "Orang Gemulai" Masuk Barak: Ketika Ekspresi Gender Jadi Target Pembinaan

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga berdampak positif bagi semua pihak,” ujar Giffari.

Proses mergerisasi ini, lanjutnya, akan dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan sinergi antar usaha. Setelah mergerisasi selesai, seluruh usaha yang tergabung akan berada di bawah naungan perusahaan induk, PT Giffari Group Indonesia.

Giffari juga menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menghadirkan layanan yang lebih terfokus serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Baca Juga :  Dalam Sehari, 20 Kejadian Bencana Terjang Kota Bogor, 191 Jiwa Terdampak

Giffari, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-18 pada Juli 2024, mendirikan perusahaan pertama kali pada saat itu dengan nama Lomnusra Indonesia Group, yang kini telah berganti nama menjadi Giffari Group Indonesia.

Saat ini, ia tengah melakukan pengembangan dan perbaikan dalam berbagai aspek strategis untuk memajukan bisnisnya. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel