Pengusaha Muda Giffari Naufal Arisma Putra Akan Lakukan Merger Pada Beberapa Usahanya

Giffari Naufal Arisma Putra
Giffari Naufal Arisma Putra. Foto : Ist.

TIMETODAY.ID – Baru-baru ini, banyak perusahaan besar maupun usaha kecil memilih untuk melakukan merger atau mergerisasi sebagai langkah strategis dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat dan dinamika ekonomi global.

Mergerisasi itu sendiri adalah proses penggabungan dua atau lebih perusahaan atau usaha menjadi satu entitas baru. Proses ini dilakukan untuk mengintegrasikan aset, sumber daya, dan struktur organisasi guna mencapai berbagai tujuan strategis, seperti meningkatkan efisiensi operasional, memperluas pangsa pasar, atau menciptakan sinergi bisnis.

Giffari Naufal Arisma Putra, seorang pebisnis muda sekaligus penulis dan pelajar asal Lombok, NTB, lahir pada 2 Juli 2006 (18) di Kota Mataram, NTB, kini tengah membangun atau merintis karier di dunia bisnis sebagai pendiri dan direktur PT Giffari Group Indonesia, sebuah perusahaan perseroan perorangan yang bergerak sebagai perusahaan induk (holding company), bertujuan mengelola dan mengendalikan berbagai entitas bisnis di bawahnya.

Advertisement

Salah satu langkah strategis yang tengah direncanakan oleh Giffari adalah menggabungkan sejumlah usahanya melalui proses mergerisasi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar usaha, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkokoh daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.

Baca Juga :  Diskanak Kabupaten Bogor Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

“Saya kira dengan menyatukan beberapa usaha, kami dapat menghadirkan layanan yang lebih terfokus dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Giffari dalam pernyataannya.

Selain itu, Giffari menegaskan bahwa proses mergerisasi ini akan dilakukan dengan pendekatan yang sangat berhati-hati.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga berdampak positif bagi semua orang,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa rencana mergerisasi ini akan mulai difokuskan pada bulan Februari mendatang. “Insyaallah, mulai bulan Februari ini sudah akan difokuskan untuk membahas terkait mergerisasi,” Kata Giffari.

Mergerisasi ini akan mencakup beberapa usahanya, seperti usaha periklanan dan usaha media berita digital yang baru saja ia dirikan. Selain itu, dalam pembahasan mergerisasi bulan Februari mendatang, Giffari mengatakan bahwa akan ada pembahasan terkait usaha barunya, sekaligus usaha tersebut juga akan di-mergerisasi dengan usaha-usaha lain yang akan dimergerisasi.

Baca Juga :  Pertumbuhan Melambat Tipis, Pemerintah Optimistis Target Ekonomi 2025 Tercapai

“Mergerisasi bulan Februari mendatang ini juga akan membahas terkait usaha baru saya yang juga sekaligus akan di-mergerisasi dengan usaha yang akan kita mergerisasi,” jelasnya.

Giffari menambahkan bahwa setelah proses mergerisasi berhasil dilakukan, semua usaha yang telah dimergerisasi akan berada di bawah naungan perusahaan induknya, yaitu Giffari Group Indonesia.

“Setelah mergerisasi usaha berhasil, maka usaha-usaha itu akan berada di bawah naungan perusahaan induk, yaitu Giffari Group Indonesia,” tegasnya.

Sebagai sosok yang terbilang baru di dunia bisnis, Giffari pertama kali mendirikan perusahaan pada ulang tahunnya yang ke-18 pada 2 Juli 2024 dengan nama Lomnusra Indonesia Group, yang kini telah berganti nama menjadi Giffari Group Indonesia.

Oleh karena itu, wajar jika saat ini ia banyak melakukan perbaikan, pengembangan, serta melakukan berbagai cara strategi bisnis untuk memajukan usahanya. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel