TIMETODAY.ID – Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, pada Rabu menanggapi pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Eropa tertinggal dari Amerika Serikat dalam memberikan bantuan kepada Ukraina.
Ia menegaskan bahwa Uni Eropa memiliki peran signifikan dan harus dilibatkan dalam pembicaraan damai saat waktunya tiba.
Presiden Trump sebelumnya mengklaim bahwa Amerika Serikat memberikan kontribusi lebih besar kepada Ukraina dibandingkan dengan negara-negara Eropa.
Namun, Kallas membantah pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa Uni Eropa merupakan salah satu donor terbesar untuk Ukraina.
“Saya percaya kami telah menyumbang lebih dari 134 miliar euro untuk Ukraina, menjadikan kami penyumbang internasional terbesar,” ujar Kallas kepada Reuters.
Pernyataannya tersebut sebagai tanggapan atas komentar Presiden Trump yang menyarankan agar Eropa meningkatkan kontribusinya.
Kallas juga menegaskan pentingnya keterlibatan Eropa dalam setiap pembicaraan damai yang bertujuan mengakhiri perang akibat invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Ia mengungkapkan kekhawatiran atas kemungkinan Presiden Trump mencoba mencapai kesepakatan langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
“Setiap negosiasi atau kesepakatan antara Rusia dan Ukraina memiliki dampak langsung pada Eropa. Oleh karena itu, prinsip ‘tidak ada keputusan tentang Eropa tanpa Eropa’ harus tetap dipegang,” jelas Kallas.
Kallas juga menyatakan keyakinannya bahwa Uni Eropa akan menyepakati perpanjangan sanksi terhadap Rusia sebelum masa berlaku sanksi tersebut habis pada akhir bulan ini.
Ia menyebut bahwa Hongaria, yang sejauh ini menolak mendukung perpanjangan sanksi, mengusulkan agar Uni Eropa berkonsultasi dengan pemerintahan Trump terkait masa depan sanksi tersebut.
“Saya tidak melihat alasan untuk melemahkan atau mencabut sanksi saat ini,” kata Kallas.
“Saya optimis karena Uni Eropa selalu berhasil mencapai kesatuan dalam mempertahankan sanksi hingga sekarang. Saya yakin kita akan mencapainya lagi kali ini,” tambahnya.
Selain itu, Kallas mengungkapkan bahwa Uni Eropa tengah mencari cara untuk memanfaatkan aset Rusia yang dibekukan di kawasan tersebut.
Meskipun keuntungan dari aset tersebut telah digunakan untuk membantu Ukraina, aset utama masih belum digunakan langsung.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































