
TIMETODAY.ID, BOGOR – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke peternakan sapi perah di Kunak, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/1/2025).
Sidak ini bertujuan memantau perkembangan peternakan sapi perah dan kesiapan suplai susu untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG).
Kunak dikenal sebagai sentra peternakan sapi perah terpadu yang mampu memproduksi sekitar 4,5 ton susu segar per hari di bawah koordinasi koperasi.
Muzani menekankan pentingnya pengembangan peternakan sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu dalam negeri, terutama untuk program MBG.
“Jika MBG mewajibkan adanya susu, maka produksi saat ini masih kurang. Kementerian terkait harus mendorong peningkatan produksi susu dan jumlah sapinya,” ujar Muzani.
Ia juga menyoroti ketergantungan pasokan susu nasional pada Jawa Barat yang menyumbang 98 persen kebutuhan dalam negeri.
Muzani mendorong pengembangan sentra peternakan sapi perah di luar Jawa, seperti Lampung, Sumatera Utara, dan Sulawesi, serta menekankan perlunya keseimbangan harga susu agar peternak tidak dirugikan.
“Saat ini harga susu dari peternak sekitar Rp 9.000 per liter. Walaupun cukup bagus, masih ada ruang untuk perbaikan agar keuntungan peternak meningkat,” tambahnya.
Muzani juga menekankan pentingnya modernisasi fasilitas di Kunak. Saat ini, rata-rata produksi susu per ekor sapi mencapai 12 liter per hari, meningkat dari sebelumnya 10 liter. Ia menilai proses hilirisasi susu sapi perah harus terus ditingkatkan.
Pengelola peternakan Kunak, Abdul Safar, menyatakan kesiapan peternak mendukung program MBG. Selama ini, susu dari Kunak menjadi suplai untuk industri besar seperti Indofood dan Cimory.
“Kami siap berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan susu untuk MBG. Produksi harian kami mencapai 4,5 ton susu,” kata Safar.
Muzani berharap kawasan Kunak dapat menjadi proyek percontohan peternakan sapi perah terintegrasi dan mendukung ketahanan pangan nasional. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































