Banjir Bandar Lampung, Warga Tewas Tersengat Listrik, Mobil Hanyut Disapu Arus

Bandar Lampung
Kondisi banjir di Bandar Lampung. Foto: tangkapan layar video.

TIMETODAY.ID, LAMPUNG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandar Lampung sejak Jumat (17/1/2025) sore memicu bencana banjir yang meluas di berbagai kecamatan.

Tidak hanya merendam pemukiman, banjir juga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Korban Jiwa dan Dampak Banjir

Advertisement

Seorang warga bernama Suhendi (30), warga RT 16 Kampung Sinar Binglu, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, meninggal dunia akibat tersengat listrik saat hendak melakukan evakuasi barang-barang di tengah banjir.

Camat Panjang, Hendry Satria Jaya, mengungkapkan korban secara tidak sengaja memegang tiang listrik yang teraliri listrik, hingga menyebabkan korban meninggal di lokasi kejadian.

“Korban saat itu salah memegang tiang yang masih teraliri listrik,” kata Hendry.

Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan puluhan rumah terendam air di Kelurahan Way Lunik, Kuala, dan Panjang Selatan.

Beberapa kendaraan, termasuk mobil dan sepeda motor, dilaporkan hanyut terbawa arus. Sebuah mobil minibus hitam terseret banjir saat melintas di terowongan menuju Batu Suluh, Lampung Selatan. Jembatan di Sumur Putri juga dilaporkan roboh akibat derasnya aliran air sungai.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Gelar Riungan Gede Jasinga untuk Lestarikan Budaya Sunda

Penyebab dan Wilayah Rawan Banjir

Menurut Camat Panjang, air banjir di wilayah Way Lunik berasal dari luapan air dari Kecamatan Sukabumi yang diperparah oleh kondisi air laut yang sedang pasang.

Daerah-daerah seperti Jalan Yos Sudarso, Gang Ikan Semagar di Kelurahan Bumi Waras, dan Kelurahan Tanjung Gading di Kecamatan Kedamaian menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras turun.

Di beberapa titik, genangan air mencapai tinggi dada orang dewasa, menghambat mobilitas warga.

Warga setempat, Panca, menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi tersebut. Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah banjir yang sudah menjadi permasalahan kronis di Bandar Lampung.

“Harapannya semoga pemerintah bisa turun melihat kondisi di lokasi banjir, mencari penyebabnya, dan segera mencari solusinya,” ujarnya.

Respons dan Penanganan Pemerintah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung telah menurunkan personel untuk menangani banjir di berbagai titik rawan.

Petugas BPBD fokus pada proses evakuasi warga yang terjebak banjir dan mendistribusikan bantuan. Namun, data jumlah korban terdampak belum dapat dipastikan karena skala bencana yang cukup luas.

Baca Juga :  BMKG Imbau Warga di Wilayah Pesisir Utara DKI Jakarta untuk Waspada Datangnya Banjir Rob

BPBD juga menghadapi tantangan dalam mengakses lokasi-lokasi terdampak parah akibat jalanan yang tergenang dan infrastruktur yang rusak.

Sejumlah warga berharap adanya upaya lebih serius dari pemerintah untuk memperbaiki sistem drainase, memperkuat tanggul sungai, dan mengantisipasi kiriman air dari daerah hulu.

Evaluasi dan Rencana Mitigasi

Peristiwa banjir ini menjadi pengingat pentingnya perencanaan tata ruang yang memperhatikan risiko bencana. Selain memperbaiki infrastruktur, perlu ada edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan saat terjadi bencana, seperti menghindari kontak dengan jaringan listrik saat banjir.

Pemerintah Kota Bandar Lampung diharapkan segera mengidentifikasi penyebab utama banjir dan menyusun rencana jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa depan.

Kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, hingga partisipasi masyarakat, menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini.

Banjir besar ini tidak hanya menjadi bencana tahunan, tetapi juga ujian bagi komitmen pemerintah dalam melindungi keselamatan dan kesejahteraan warganya. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel