
TIMETODAY.ID, BOGOR – Maraknya praktik pungutan liar (pungli) di Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat menjadi perhatian serius bagi Wakil Bupati (Wabup) Bogor terpilih periode 2024-2029, Ade Ruhandi, yang akrab disapa Jaro Ade.
Menanggapi keresahan wisatawan akibat pungli yang meningkat, khususnya saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Jaro Ade berencana mengambil langkah strategis untuk menciptakan lingkungan wisata yang lebih nyaman dan tertib.
Setelah resmi dilantik, Jaro Ade berkomitmen membentuk komunitas “penggaet” atau joki wisatawan. Komunitas ini akan membantu pengunjung dengan memberikan arahan menuju lokasi wisata, termasuk menawarkan alternatif jalur untuk menghindari kemacetan.
“Hal-hal seperti ini harus dikoordinasikan menjadi sebuah komunitas penggaet jalur wisata Puncak,” ungkapnya, Rabu (1/1/2025).
Langkah ini diharapkan tak hanya mengurangi praktik pungli, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat secara lebih terorganisir.
Pemkab Bogor, lanjutnya, akan berperan aktif dengan memberikan pelatihan dan edukasi bagi para penggaet.
“Mereka harus hadir untuk memberikan edukasi. Pelatihan dari pemerintah dapat membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Jaro Ade.
Komunitas sebagai Solusi Pungli dan Kenyamanan Wisatawan
Komunitas penggaet ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan pungli yang kerap merugikan wisatawan. Edukasi dan pelatihan yang disiapkan Pemkab Bogor mencakup etika pelayanan wisata, pemahaman hukum, hingga keterampilan komunikasi.
Langkah ini juga dianggap strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor yang sebagian besar bersumber dari sektor pariwisata. Jaro Ade menekankan pentingnya menjaga kenyamanan wisatawan sebagai kunci keberhasilan sektor pariwisata.
“Kita tidak boleh mengganggu wisatawan. Harus memberikan rasa nyaman dengan edukasi dari pemerintah atau aparat hukum,” ujarnya.
Pungli di Puncak, Tantangan yang Harus Diberantas
Pungli di kawasan wisata Puncak telah menjadi isu menahun yang merugikan reputasi destinasi tersebut. Kasus-kasus pungli semakin mencuat ketika jumlah wisatawan membludak, terutama saat musim liburan. Hal ini menciptakan stigma negatif yang berdampak buruk pada daya tarik wisata kawasan itu.
Menurut Jaro Ade, upaya memberantas pungli memerlukan sinergi antara pemerintah, aparat hukum, dan masyarakat.
“Semua pihak harus terlibat untuk membereskan persoalan ini, sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman,” imbuhnya.
Masa Depan Wisata Puncak
Dengan pembentukan komunitas penggaet dan pelibatan aktif Pemkab Bogor, Jaro Ade optimis Kawasan Puncak dapat menjadi destinasi wisata yang lebih ramah dan aman.
“Tujuan kita adalah membuat wisatawan merasa nyaman, sehingga mereka terus datang dan berkontribusi pada perekonomian daerah,” tutupnya.
Langkah ini tidak hanya menawarkan solusi atas masalah pungli, tetapi juga menjadi cerminan upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menciptakan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing. (Cr3)




































