TIMETODAY.ID, JAKARTA — Upaya mendorong digitalisasi pendidikan di Sumatra Utara terus digenjot pemerintah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat, puluhan ribu papan tulis digital telah disalurkan ke ratusan sekolah sebagai bagian dari transformasi metode pembelajaran di ruang kelas.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut, hingga awal Januari 2025, sebanyak 17.073 unit papan tulis digital atau Interactive Flat Panel (IFP) telah dikirimkan ke berbagai satuan pendidikan di Sumatra Utara.
“Untuk digitalisasi pendidikan di Sumut, sebanyak 17.073 unit sudah terkirim, dan yang masih dalam proses pengiriman tinggal delapan unit,” kata Mu’ti dalam keterangannya, Minggu (4/1/2025).
Di Kota Medan, distribusi papan tulis interaktif digital dilakukan secara masif. Mu’ti menjelaskan, total 2.047 unit telah diterima oleh satuan pendidikan dengan berbagai jenjang. Rinciannya mencakup 359 PAUD, 21 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 912 sekolah dasar, 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), 12 Sekolah Luar Biasa (SLB), 221 SMA, 105 SMK, serta 416 SMP.
Tak hanya di Sumatra Utara, program digitalisasi ini juga berjalan secara nasional. Menurut Mu’ti, papan tulis interaktif digital telah didistribusikan ke 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Selain digitalisasi pembelajaran, pemerintah juga menjalankan program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan. Di Sumatra Utara, revitalisasi telah dilakukan terhadap 897 satuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp852 miliar. Program tersebut mencakup 34 PAUD, 400 SD, 240 SMP, 119 SMA, 88 SMK, 11 SLB, serta 5 PKBM atau SKB.
“Dari total tersebut, yang sudah terealisasi sebesar 48,5 persen. Sebanyak 431 sekolah masih dalam proses pembangunan. Adapun yang progres pekerjaannya mencapai 95 persen sebanyak 117 sekolah atau setara 13,4 persen, dan yang telah selesai 100 persen sebanyak 349 sekolah atau 39 persen,” jelas Mu’ti.
Program revitalisasi juga berlanjut pada 2025. Di Kota Medan, revitalisasi dilakukan terhadap 48 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp47,4 miliar. Rinciannya meliputi 3 PAUD, 6 SD, 6 SMP, 20 SMA, 11 SMK, dan 2 SLB.
Dari jumlah tersebut, Mu’ti mengungkapkan bahwa masih terdapat sekolah yang belum sepenuhnya rampung.
“Dari total tersebut, sebanyak 24 satuan pendidikan atau 50 persen masih berada di bawah progres 95 persen. Sementara itu, progres 95–99 persen tercatat pada 3 satuan pendidikan, dan 21 satuan pendidikan atau 44 persen telah selesai 100 persen,” ujarnya.
Mu’ti memastikan, pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan sekolah-sekolah tersebut dalam waktu dekat agar dapat segera dimanfaatkan oleh peserta didik.
“Sekolah yang masih dalam proses penyelesaian pembangunan ditargetkan rampung 100 persen pada akhir Januari 2026. Mudah-mudahan pada Februari seluruhnya sudah dapat digunakan sepenuhnya untuk pembelajaran yang berkualitas,” kata Mu’ti.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































