
TIMETODAY.ID, BOGOR – Kemacetan dan penutupan jalur diprediksi terjadi di jalur utama Puncak, Bogor, hingga Cianjur, Jawa Barat, jelang dan pascapergantian tahun baru 2025. Kepolisian mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintasi jalur alternatif Puncak, terutama bagi pengendara yang tidak mengenal medan jalan.
“Kami tidak merekomendasikan masyarakat menggunakan jalur alternatif jika tujuan mereka bukan ke sekitar kawasan tersebut atau jika mereka tidak mengenal jalur alternatif,” ujar Wadirlantas Polda Jawa Barat, AKBP Edwin Affandi, seperti dikutip dari beritasatu.com.
Edwin menambahkan, jalur alternatif Puncak memiliki kondisi jalan yang sempit dan berpotensi membahayakan pengguna. Selain itu, pengendara yang tidak memahami medan jalan juga berisiko tersesat.
“Karena lebar jalan yang sempit, pengguna jalan bisa dirugikan. Potensi tersesat juga cukup besar,” jelasnya.
Untuk mengatasi lonjakan kendaraan, kepolisian akan menerapkan sistem rekayasa lalu lintas satu arah (one way). Sistem ini dijadwalkan berlangsung pagi hari untuk kendaraan yang naik dan sore hari untuk kendaraan yang turun.
“Kita memberikan fasilitas one way di pagi hari untuk kendaraan yang naik, dan sore hari untuk kendaraan yang turun,” katanya.
Selain itu, langkah antisipasi juga dilakukan dengan meningkatkan patroli di jalur alternatif guna mencegah pungutan liar dan menjaga keamanan pengguna jalan.
“Patroli akan dilakukan oleh pihak kepolisian dan TNI untuk mencegah hal-hal yang meresahkan,” tutup Edwin. ***




































