Mahasiswa Sebut Pilkada Dipilih DPRD Berpotensi Timbulkan Apatisme Publik

Pilkada
Ilustrasi kotak suara/NU online.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Sejumlah mahasiswa menyatakan penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh DPRD. Yoga (21), mahasiswa Universitas Dian Nusantara, menilai Pilkada langsung memberikan legitimasi yang lebih kuat kepada kepala daerah terpilih.

“Pemilihan secara langsung memberikan legitimasi yang lebih kuat kepada kepala daerah yang terpilih,” ujar Yoga, kepada timetoday.id, Selasa (17/12/2024).

Meski ia memahami argumentasi efisiensi anggaran, Yoga menilai pengembalian Pilkada ke DPRD dapat menimbulkan apatisme dan ketidakpercayaan publik terhadap sistem politik di Indonesia.

Advertisement
Baca Juga :  Barcelona Tekuk Villarreal, Jaga Jarak Aman dari Real Madrid

“Rakyat akan merasa mereka tidak lagi memiliki kendali penuh atas siapa yang akan memimpin daerah mereka,” jelasnya.

Pendapat serupa disampaikan Nisrina (24). Menurutnya, pemilihan kepala daerah oleh DPRD berpotensi mendorong praktik politik dinasti dan memperkuat dominasi elite politik tertentu.

Baca Juga :  Fraksi PKB Dorong Regulasi Baru untuk Memberdayakan Masyarakat Adat Kasepuhan

“Pilkada dipilih oleh DPRD berisiko memperkuat struktur politik yang terkonsolidasi di tangan beberapa elite atau kelompok tertentu,” kata Nisrina.

Ia menambahkan, wacana ini juga berisiko memperburuk praktik politik transaksional yang merusak prinsip demokrasi.

“Politisasi kekuasaan cenderung mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi yang sehat,” tuturnya.

Para mahasiswa berharap pemilihan kepala daerah tetap dilakukan secara langsung untuk menjaga kedaulatan rakyat. (Cr3).

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel