TIMETODAY.ID, BOGOR – Serikat Tani Islam Indonesia (STII) menggelar Muktamar ke-6 di Kota Bogor dengan tema “Peran STII dalam Industri 5.0 untuk Ketahanan Pangan.”, Jumat (6/12/2024). Tema ini menegaskan komitmen STII dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Ketua STII, Fathurrahman Mahfudz, mengapresiasi perhatian besar yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian.
“Kami melihat perhatian besar dari Presiden terhadap dunia pertanian, yang memberikan energi baru bagi kami untuk berjuang mencapai kedaulatan pangan,” ujar Fathurrahman.
Dalam muktamar tersebut, STII mengajak anggotanya dari seluruh Indonesia untuk bersinergi dengan pemerintah dan sektor pertanian lainnya guna memperkuat upaya menuju kedaulatan pangan. STII juga mendesak pemerintah untuk meningkatkan koordinasi dalam mencapai swasembada pangan, khususnya pada komoditas utama seperti beras, jagung, kedelai, dan tebu.
STII memperkenalkan varietas unggulan padi Trisakti yang dapat dipanen dalam 75 hari dan menghasilkan delapan ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 4–5 ton per hektare. Fathurrahman berharap teknologi ini dapat diterapkan secara masif untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
Fathurrahman juga menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
“Kami percaya beliau serius. Mari bersama-sama bekerja untuk meningkatkan produktivitas pertanian demi ketahanan pangan nasional,” tutupnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di atau via whatsapp timetoday wa channel





































